• wedding preparation

    #KinkinEdoRabi Part III : Soal Wedding Venue, Tabah Sampai Akhir! (+ Review Sambi Resort)

    “Kamu yakin mau di outdoor venue-nya?” Pertanyaan tersebut selalu menemani tiap percakapan soal pernikahan antara saya dan keluarga. Yup, baru kali ini di keluarga besar kami dimana venue pernikahan di luar ruangan dan tanpa tenda. Dan saya juga selalu #tabahsampaiakhir meminta restu dan menjelaskan baik buruknya venue outdoor kepada mereka. Maklum saja, selama ini tentu penggunaan rumah atau gedung sudah menjadi syarat mutlak dalam penyelenggaraan, bukan ūüėÄ Mengenai wedding venue ini adalah salah satu item yang paling drama dan menghabiskan tenaga. Pemilihan wedding¬† venue berpengaruh terhadap sebagian besar keputusan lainnya mulai dari dekorasi, transportasi, katering, sampai pemilihan pakaian. Saya menghabiskan hampir dua bulan waktu untuk survei dan sebagian besar saya…

  • travelling,  wedding preparation

    Honeymoon at Royal Pita Maha Resort, Bali

        Ceritanya masih belum bisa move on dari cantiknya Royal Pita Maha Resort di Ubud, Bali sebagai destinasi honeymoon kami. Pada awalnya pingin banget backpacking ke Indonesia Timur, tapi ternyata energi udah abis buat persiapan pernikahan dan pingin leyeh-leyeh manja aja sambil menikmati cuti nikah :)) Backpacking-nya lain kali aja lah, nunggu ada rezeki lain. Saya kasih rate 5/5 untuk Royal Pita Maha. Kami ambil paket honeymon standard dengan deluxe pool villa, jadi setiap villa sudah ada private pool-nya masing-masing. Ndilalah udara Ubud adem semriwing yaaa. Jadilah saya cuma renang beberapa kali dan sisanya kruntelan di dalem. Hahaha. Harga yang dibayar sangat sepadan dengan fasilitas yang didapatkan, mulai dari…

  • wedding preparation

    #KinkinEdoRabi Bagian I: 101 Persiapan

    Halo! Ini saya sebenarnya bingung menuliskan¬†#KinkinEdoRabi¬†mulai dari mana, karena acaranya sendiri sudah hampir tiga bulan yang lalu. Oke, agak geli-geli gitu ya hashtagnya, tapi ini saya pake beneran¬†saat nikah :))¬†Secara pribadi saya memang sudah lama ingin menuliskannya dalam beberapa posting berseri sebagai usaha untuk¬†mengenang salah satu memori paling berkesan sepanjang hidup. Walau acaranya sudah kelewat lama, tapi hawa perjuangannya masih kerasa sampai sekarang. Dari kesibukan kontak calon vendor tiada akhir, jadi pejuang PJKA (Pergi Jumat Kembali Ahad) Jakarta – Jogja, dan hidup prihatin demi keinginan membiayai pernikahan sendiri. Kalau dipikir-pikir sekarang, untuk momen yang buktinya ‘hanya’ berupa foto dan video (selain cincin di jari manis dan buku nikah sih yang…