• Uncategorized

    Untuk Suamiku Di Masa Depan

    Tidak terasa sudah bulan keenam di 2012. Aku masih menenangkan diri setelah seharian ini terlalu banyak ide berlari liar di otakku. Aku mencoba untuk tidak memikirkan apapun, tetapi entah mengapa malam ini aku kepikiran melulu. Hingga kini tidak pernah aku tahu seperti apakah parasmu. Aku selalu berdoa Tuhan memberikan barang sedikit bocoran agar aku dapat mengintipmu di dalam mimpiku, tapi itu nihil. Tuhan masih membiarkanmu bersembunyi di dalam selubung misteri yang bahkan untuk menebaknya pun aku tak pernah sanggup. Tapi aku percaya, Ia telah menjalinkan benang merah takkasat mata seperti yang sering aku lihat di film-film. Benang ini mungkin hanya beberapa meter, atau beberapa puluh meter, atau beberapa puluh kilometer,…