• Uncategorized

    Pada Suatu Pagi Di Atas 3400 mdpl

        Pada suatu pagi di ketinggian >3400 mdpl   Saya nggak pandai bikin catatan perjalanan yang runtut dan detail. Karena itu, sejak kemarin saya lebih memilih memposting cerita yang paling saya ingat dalam otak. Kisah perjalanan ke puncak – dan turun dari puncak – adalah satu fragmen paling menarik dalam pendakian kali ini, sehingga saya ceritakan dalam beberapa post. Selebihnya, biar foto yang bicara. *** Dipotret dengan Gopro HD Hero 2 yang terpasang di kepala saya. Susah juga memotret sambil menebak-nebak, karena Gopro tidak saya pasangi LCD BacPac. Terima kasih kepada studio Maman Agosto yang berbaik hati meminjamkan saya benda ajaib ini. 

  • Uncategorized

    Selimut Kabut Ranu Kumbolo

    Pagi itu, kami masih bergelimpangan di dalam tenda. Udara dingin menggigit: dua lapis baju dan jaket polar rupanya tidak mampu menjadi penghangat diri. Kami saling berteriak dari tenda masing-masing, ‘bikin sarapan yuuuk!’ sementara tubuh masih ingin berbalut sleeping bag yang melenakan. Akhirnya terdengar suara tenda sebelah dibuka, para lelaki terbangun sudah. Saya dan Monik memilih untuk tetap menyelimuti diri dengan sleeping bag, ketika mulai timbul suara-suara ribut. Nampaknya para pemilik suara tersebut tengah bergerilya mencari peralatan masak dan kompor. Beberapa hela napas kemudian, tenda kami diketuk. Ketika resleting pintu tenda terbuka, segera hawa dingin masuk. Tapi bersamaan dengan itu pula sebuah tangan menyodorkan segelas minuman hangat yang kami tunggu-tunggu. “Diminum…

  • Uncategorized

    [Pics] Haru Biru Mahameru: Landscape and The Journey

    Akhirnya hari ini saya berhasil menyelesaikan editing dan resizing foto-foto perjalanan saya mendaki Mahameru pada akhir minggu yang lalu. Sangat melelahkan dan saya terpaksa mengesampingkan dahulu skripsi saya, tapi jujur kegiatan ini menyenangkan, hahaha. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa menggapai tanah tertinggi di pulau Jawa ini, yang pada bulan Juli – Agustus mencapai titik suhu terdinginnya sepanjang tahun. Berjibaku dengan udara beku dan oksigen yang tipis, napas yang tersengal dan mata yang berat karena kantuk, tetapi semuanya terbayarkan saat melihat sendiri letupan Jonggring Saloka dan ikut mendoakan Soe Hok Gie-Idhan Lubis langsung di depan in memoriam-nya. Ranu Kumbolo Yang menjadi lebih menyenangkan adalah kedelapanbelas teman perjalanan yang saat ini…

  • Uncategorized

    Haru Biru Mahameru

      Napas saya tersengal pada setengah perjalanan pendakian dari Cemoro Tunggal menuju Mahameru. Pukul 12 malam tadi kami sudah meninggalkan Kalimati bergerak menyusur hutan Arcopodo yang lebat dan gelap. Trek pasir berbatu yang biasanya ditempuh dalam lima-enam jam ini benar-benar menguras mental dan menguji ketahanan fisik. Jam masih menunjukkan pukul empat pagi, saya berhenti di tengah trek, mengatur napas sembari tetap mencengkeram pasir yang begitu labil. Sudah hampir dua jam saya merayap di lereng Semeru ini: kaki menjejak tiga langkah, merosot satu langkah. Daypack berisi kamera dan air yang saya bawa mulai terasa berat. Saya tidak sendirian. Di sepanjang jalur pendakian ini ada puluhan pendaki lain yang sedang berjuang melawan…