• Uncategorized

    Orang-orang Anonim dan Percakapan-percakapan Kecil di Sebuah Pasar

    Sejak kecil saya akrab dengan pasar. Almarhumah Simbah dahulu rutin mengajak saya bebelanja ke pasar terbesar di Jogja setiap akhir pekan. Biasanya kami berangkat menumpang bus jalur 4 dan pulang ke rumah dengan becak langganan. Aroma rempah-rempah di gedung belakang yang bercampur dengan bau kain batik terasa familiar tiap saya berkunjung. Simbah pasti akan mengajak saya makan soto daging favoritnya atau membeli es dawet di lorong pasar. Saya kemudian pulang membawa baju baru yang akan dikeluhkan Ibu karena warnanya selalu merah. Sayangnya ketika beranjak SMP saya sudah hampir tak pernah pergi ke pasar bersama Simbah. Bermain dengan teman terasa lebih menyenangkan. ā€œJangan lupa sholat,ā€ kalimat itu pasti diucapkan beliau ketika…