• Uncategorized

    Kelana Nusa Tenggara (3): Sea Lady dan Irawan

    ¬† Posting Kelana Nusa Tenggara sebelumnya, bisa disimak di sini. Selamat membaca ūüôā     Mata kami membelalak lebar, merasa terkejut sekaligus¬†senang. Sebuah kapal live on board¬†cokelat dengan desain Pinisi ‚Äď meski tanpa tiga tiang ‚Äď mengapung anggun di¬†tengah tenangnya perairan Labuan Bajo. Boat fiber yang membawa kami bertujuh¬†bergerak pelan meliuk di antara puluhan kapal LOB, menimbulkan riak-riak kecil¬†yang terhempas tanpa jejak di dermaga. Semakin mendekat ke kapal yang kami¬†tuju, hati makin riang. Sea Lady, nama kapal itu, akan menjadi tempat bermalam¬†kami kali ini. Lelaki berperawakan kecil tapi kekar itu menghampiri kami¬†yang tengah sarapan pagi di sebuah warung. Kontur wajahnya keras, kulitnya¬†coklat terbakar. Di tengah udara panas Pelabuhan Sape, kami…

  • Uncategorized

    Kelana Nusa Tenggara (2) : Menguji Fisik di Etape Maraton Lombok – Sumbawa

    *lanjutan dari Kelana Nusa Tenggara (1) : Membelah Bali   Saya kira Bali dan Lombok itu jaraknya sangat dekat sehingga kami tidak¬†perlu sampai mati gaya di atas kapal. Nyatanya, penyeberangan dari Pelabuhan¬†Padang Bai, Bali ke Pelabuhan Lembar, Lombok membutuhkan waktu kira-kira empat¬†jam menggunakan kapal ferry. Kami cukup beruntung¬†mendapatkan kapal yang kondisinya masih baik meskipun kotor dan agak tua. Ombak¬†siang itu lumayan besar ditingkahi dengan hujan deras dan angin kencang menerpa¬†sepanjang jalan. Baru duduk beberapa menit di ruang VIP dek lantai dua, saya¬†sudah merasa mual karena kapal terombang-ambing di lautan lepas. Ruangannya memang bagus, ber-AC pula, tapi melihat lautan lepas sampai miring-miring di jendela kaca, saya kibarkan bendera putih. Menyerah. Segera…

  • Uncategorized

    Kelana Nusa Tenggara (1): Membelah Bali

    Ini adalah bagian pertama dari kisah perjalanan saya, Edo, Debby, dan Tege menuju Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Akan ada beberapa bagian, selamat membaca ūüôā “Kin, sudah sholat?” Suara Tege menyadarkan saya dari kantuk setibanya kami di Stasiun Banyuwangi Baru, malam itu. Melakukan perjalanan darat sepanjang hari dengan kereta berkursi tegak tanpa pendingin cukup membuat tubuh kami menjadi letih dan pegal-pegal. Sambil menyeret kaki, perlahan kami beranjak ke mushola stasiun untuk melaksanakan sholat maghrib dan isya. Saat itu hanya ada rombongan kami dan beberapa penumpang lain yang menanti pagi datang. Edo rupanya telah mengobrol dengan seorang bapak yang akan pulang ke Lombok bersama keluarganya. Ia mengatakan bahwa kami bisa ikut…

  • Uncategorized

    Graduation Trip At A Glance

    Tahun 2012 ini nampaknya semesta berkonspirasi untuk terus menerus menjauhkan saya dari hangatnya rumah. Kaki ini menjadi lebih banyak melangkah, mata ini lebih banyak melihat warna-warni, dan tangan tak henti menjabat tangan orang-orang baru yang ditemui sepanjang perjalanan. Baru kemarin lusa saya pulang dari perjalanan yang lain. Sebulan setelah saya mengikuti upacara wisuda dan resmi menjadi seorang pengangguran, saya bersama ketiga teman lain mulai berjalan lagi ke Timur. Haha baiklah, nampaknya kami semua memang begitu jatuh cinta dengan Bumi Timur. Pada awalnya saya merencanakan pendakian ke Rinjani sebagai seremonial kelulusan. Foto dengan toga di puncaknya. Haha, iya deh saya emang tipikal orang Indonesia banget, suka dengan selebrasi. Namun saat-saat seperti…