• Uncategorized

    Ketika Waisak Penuh Sesak

        Di bulan Mei yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau ini, Jogjakarta masih saja diguyur hujan. Mungkin ini sisa-sisa rintik hujan bulan April yang belum selesai. Begitupun pada hari Minggu kemarin, saya dengan tenaga yang menipis setelah lava tour di Kaliadem, berangkat menembus hujan yang benar-benar menyakitkan. Menuju kosan Debbie yang sebenarnya hanya berjarak 1 kilometer dari rumah saya, tetapi rintik hujan yang besar menghujam kulit membuat saya harus mengendarai motor perlahan. Kami akan berangkat ke kompleks candi Borobudur. Menyaksikan Perayaan Trisuci Waisak 2556 BE yang sudah saya tunggu-tunggu sejak setahun sebelumnya. Sebentar, menyaksikan? Hmm saya rasa ini bukanlah pemilihan diksi yang tepat. Tapi memang itulah yang ingin kami…