• Uncategorized

    Sahabatku Ninda

    Sahabatku Ninda, mungkin ketika aku sudah terjaga pukul empat menanti subuh, kamu masih terlelap di awal tidur setelah berjibaku dengan segala pekerjaanmu. Kita sama-sama letih dengan kantong mata hitam yang besar, mengais-ngais sisa waktu yang dapat digunakan untuk kembali terlelap.  Boleh kita sebut diri kita sebagai wanita tangguh (tapi sebenarnya berhati rapuh)? Dua bulan yang lalu, masa-masa tanpa kesibukan yang dahulu senantiasa kita keluhkan, akan segera menjadi masa lalu yang manis. Eh, manis kubilang? Mungkin aku menggigau. Tapi bukankah bangun setelah matahari terbit, menghabiskan siang dengan tidur atau mengobrol di kafe, atau menikmati sore sembari duduk di tepi rel Lempuyangan, adalah hal-hal mahal yang manis?  Jika saja kita tahu bahwa…

  • Uncategorized

    Cerita Tentang Kedai Ibu

    Sebenarnya saya ingin melanjutkan menulis ttg Kelana Nusa Tenggara, tetapi rupanya tangan lebih tergerak untuk membuat tulisan ini. Ibu saya membuka sebuah kedai makan di rumah. Tidak begitu besar, hanya diisi beberapa meja dan kursi untuk para pelanggan yang ingin makan langsung di sana. Masakan yang disediakan pun hanya masakan ala rumah Jawa. Rumah kami memang berada dekat dari kampus dan dikelilingi banyak kos-kosan. Inilah yang membuat Ibu memutuskan untuk membuka kedai makan pada lebih dari tiga tahun yang lalu. Pada dasarnya, Ibu suka sekali memasak. Sejak kecil beliau sudah terbiasa membantu eyang saya yang juga membuka rumah makan. Sejak kecil saya tidak terbiasa jajan karena memang semua makanan sudah…

  • Uncategorized

    Graduation Trip At A Glance

    Tahun 2012 ini nampaknya semesta berkonspirasi untuk terus menerus menjauhkan saya dari hangatnya rumah. Kaki ini menjadi lebih banyak melangkah, mata ini lebih banyak melihat warna-warni, dan tangan tak henti menjabat tangan orang-orang baru yang ditemui sepanjang perjalanan. Baru kemarin lusa saya pulang dari perjalanan yang lain. Sebulan setelah saya mengikuti upacara wisuda dan resmi menjadi seorang pengangguran, saya bersama ketiga teman lain mulai berjalan lagi ke Timur. Haha baiklah, nampaknya kami semua memang begitu jatuh cinta dengan Bumi Timur. Pada awalnya saya merencanakan pendakian ke Rinjani sebagai seremonial kelulusan. Foto dengan toga di puncaknya. Haha, iya deh saya emang tipikal orang Indonesia banget, suka dengan selebrasi. Namun saat-saat seperti…

  • Uncategorized

    Untuk Suamiku Di Masa Depan

    Tidak terasa sudah bulan keenam di 2012. Aku masih menenangkan diri setelah seharian ini terlalu banyak ide berlari liar di otakku. Aku mencoba untuk tidak memikirkan apapun, tetapi entah mengapa malam ini aku kepikiran melulu. Hingga kini tidak pernah aku tahu seperti apakah parasmu. Aku selalu berdoa Tuhan memberikan barang sedikit bocoran agar aku dapat mengintipmu di dalam mimpiku, tapi itu nihil. Tuhan masih membiarkanmu bersembunyi di dalam selubung misteri yang bahkan untuk menebaknya pun aku tak pernah sanggup. Tapi aku percaya, Ia telah menjalinkan benang merah takkasat mata seperti yang sering aku lihat di film-film. Benang ini mungkin hanya beberapa meter, atau beberapa puluh meter, atau beberapa puluh kilometer,…

  • Uncategorized

    Semangat dari Matahari Terbenam

    Hidup adalah berproses. Akan ada saat-saat kita gagal menjalani sesuatu, entah itu pekerjaan, mimpi, bahkan hubungan cinta. Terpuruk dan mengasihani diri sendiri terlalu lama akan merugikan dan tidak menghasilkan apapun. Sudah seharusnya ketika kita berada di bawah, maka akan berjuang lagi untuk bisa mencapai titik atas sehingga kita bisa kembali tersenyum bahagia. Karena itulah, buat saya yang namanya move on itu adalah sesuatu yang klise, bukan hal istimewa yang harus dilakukan dengan berat hati. Namanya juga proses kita menjadi manusia yang lebih dewasa, dibalik semua kegagalan itu tentu ada pelajaran. Namun ada kalanya saya terlalu berat mencintai atau mengharapkan sesuatu sehingga saya kesulitan untuk bisa beranjak menuju cerita selanjutnya. Di saat itulah…

  • Uncategorized

    Ketika Waisak Penuh Sesak

        Di bulan Mei yang seharusnya sudah memasuki musim kemarau ini, Jogjakarta masih saja diguyur hujan. Mungkin ini sisa-sisa rintik hujan bulan April yang belum selesai. Begitupun pada hari Minggu kemarin, saya dengan tenaga yang menipis setelah lava tour di Kaliadem, berangkat menembus hujan yang benar-benar menyakitkan. Menuju kosan Debbie yang sebenarnya hanya berjarak 1 kilometer dari rumah saya, tetapi rintik hujan yang besar menghujam kulit membuat saya harus mengendarai motor perlahan. Kami akan berangkat ke kompleks candi Borobudur. Menyaksikan Perayaan Trisuci Waisak 2556 BE yang sudah saya tunggu-tunggu sejak setahun sebelumnya. Sebentar, menyaksikan? Hmm saya rasa ini bukanlah pemilihan diksi yang tepat. Tapi memang itulah yang ingin kami…

  • Uncategorized

    Street Busker

    Teman, boleh saya bercerita tentang kejadian kecil yang menyenangkan di sore ini? Boleh? Asik. Sore ini, saya pulang lebih terlambat dari biasanya. Sudah lama saya tidak berjalan pulang ke kosan ketika langit sudah gelap dan lampu-lampu gedung perkantoran mulai menyala. Seperti biasa, saya berjalan dengan bahu yang lunglai, dengan sepatu yang diinjak bagian belakangnya – kalo ketahuan manajer saya bisa dimarahin karena ga sesuai safety code – saya berjalan pelan menyusuri trotoar Rasuna. Wanita yang keadaan hormonalnya tidak stabil memang perasaannya jadi sulit diprediksi, bahkan oleh si wanita itu sendiri. Saya, dengan perasaan yang campur aduk karena sedang PMS, akhirnya sampai di jembatan penyeberangan. Dari ujung jembatan, tatapan saya bertumbuk…

  • Uncategorized

    kereta ekonomi

    Saya sangat suka naik kereta ekonomi, akhir-akhir ini. Selalu ada romansa di sebuah gerbong kereta ekonomi yang dipadati ratusan penumpang. Selalu ada pengalaman baru di antara kursi-kursi berbusa tipis tegak lurusnya. Selalu ada cerita saat lutut-lutut bertubrukan karena sempitnya ruang untuk kaki berselonjor. Kereta ekonomi kini tidak seperti dulu, dimana perjuangan mendapatkan tempat duduk hampir selalu menjadi sia-sia karena kalah oleh mereka yang lebih gigih mendapatkannya. Dorong sana sini, berteriak karena terjepit, dan akhirnya harus berselonjor di lantai kereta dan kepala terantuk keranjang pedagang yang lewat. Kini semua orang pasti mendapatkan tempat duduk, walau harus berdempetan dan masih banyak pedagang yang terus berdatangan sepanjang malam. Di kereta ekonomi, kita bisa…

  • Uncategorized

    Pengalaman Gurdo Mengikuti Trust By Danone 2011

    Tidak terasa, sudah hampir satu tahun sejak saya dan empat orang teman saya, yang tergabung dalam tim GURDO, mengikuti business game bikinan Danone : Danone Trust 2011. Sebuah event internasional yang sebelumnya tidak diduga-duga, kami bisa ikut serta di dalamnya. Memang pada akhirnya kami tidak dapat lanjut ke Country Final Round, tapi saya pribadi sangat puas sudah bisa berada di tahap Trust Day. Saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman kami ikut Danone Trust Day, semoga bisa jadi tambahan info buat teman-teman yang berencana ikut Danone Trust 2012. Kami berkumpul dan membuat tim sekitar 4 hari sebelum deadline pengumpulan CV. Last minute people, yeah. Saya, Ian Prasetyo, Danang Satriaji, Masagung Suksmonohadi,…