• Uncategorized

    Menjadi Pejalan Bahagia

    Soleh, volunteer project Lebak, sedang mengajarkan konsep denah kepada anak-anak.   Intro: Konsep berbahagia setiap orang berbeda. Yang ini, bahagia menurut saya, dan mungkin beberapa dari anda. Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar kata vakansi? Dulu, saya sendiri langsung membayangkan destinasi dengan lansekap indah, bergiga foto dan video yang bisa dibawa pulang sebagai kenangan, kuliner enak dan perjalanan yang melelahkan, dan tentu saja bukti otentik berupa kulit yang menghitam. Tetapi itu dulu. Beberapa tahun belakangan ada hal baru yang selalu saya cari setiap melakukan perjalanan: interaksi. Entah dengan orang lokal atau dengan sesama pejalan. Semua itu membuat saya lebih bisa memaknai sebuah vakansi dan menghargai rupiah yang sudah…

  • Uncategorized

    Mukena Untuk Bu Tiah

    Ini adalah sepotong cerita manis tentang eskapisme saya di sebuah desa sederhana yang cantik di tepian lembah jauh di pelosok Lebak, Banten. Saya bergabung menjadi sukarelawan komunitas Book For Mountain untuk membangun perpustakaan dan mengajar anak-anak SD di SD Mekarsari II Cibeber. Intro-nya sudah pernah saya tulis di sini. *** Kami bertujuh, atau setengah dari jumlah sukarelawan seluruhnya, tinggal di sebuah rumah kosong di tengah desa. Meski sudah disediakan kompor gas tetapi kami lebih memilih untuk memasak nasi dengan tungku demi menghemat gas. Pertamanya ibu itu datang bersama yang lainnya. Sekedar ingin melihat apakah kami mampu menyalakan tungku sendiri. Nyatanya, tiga hari pertama kami selalu gagal, entah karena kayu yang masih basah, api yang labil, atau letak kayu yang tidak…

  • Uncategorized

    Di Bawah Langit Biru: Sebuah Intro

    Kuceritakan kepadamu sebuah desa kecil yang terletak di tepian lembah hijau nan subur. Ada petak-petak sawah dengan sungai kecil berair jernih mengalir tenang mengairi tiap jengkal tanah berpadi yang tumbuh merapat. Rumah-rumah dibangun di atas tanah bertingkat, sekilas semuanya akan nampak dari jalan di atas punggungan. Yang menyambut pagimu dan mengucapkan selamat tidur untukmu hanyalah suara putaran kolecer (kincir angin dari bambu,pen.) serta harmoni suara jangkrik dan kodok sawah. Kamu tidak akan melewatkan pagimu yang begitu menyenangkan. Keluar dari rumah dan menghirup udara pagi yang sejuk serta menatap lama-lama hamparan padi di depan mata akan mengisi energimu sebelum beraktivitas. Kamu tidak akan kekurangan suplai senyum seperti di ibukota, karena setiap…