November 16, 2014

Siapa Journal Kinchan?

Dilihat dari gelar yang mengekor di belakang nama panjang, seharusnya saya bekerja di bidang akuntansi atau keuangan. Nyatanya, hidup tak melulu selurus batang lidi untuk menyapu halaman. Mumpung masih muda, saya tidak ingin mengurung diri di belakang meja. Eits, lagi-lagi ini soal pilihan.

Hidup selama satu tahun ke belakang saya habiskan di kampung halaman kedua, Pulau Bawean, sebagai Pengajar Muda angkatan VI dari program yayasan Indonesia Mengajar. Mengasah karakter, meningkatkan skill kepemimpinan, atau apapun yang mereka katakan, tetapi yang jelas saya banyak belajar. Dari anak-anak didik, keluarga angkat, tetangga dan guru di sekolah, hingga orang-orang tak dikenal yang murah senyumnya.

Si introvert yang bangga dengan kepribadiannya. Mendapatkan energi dari menyendiri atau sekedar berbincang dengan satu dua teman dekat. Si pemalu yang tak begitu suka keramaian. Si pendiam yang cerewet dalam tulisan. Jika orang lain ingin punya rumah atau mobil mewah, saya ingin punya yacht kecil yang dapat membawa saya dan suami berlayar hingga ke Banda Neira. Entah mengapa, saya tergila-gila pada pulau kecil penghasil pala ini hingga bermimpi suatu saat bisa tinggal di sana.

Saat ini bergabung dengan jutaan perantau lain di ibukota Jakarta, mencoba berkarya di sebuah instansi pemerintahan.

Blog JOURNAL KINCHAN ini menjadi rumah baru saya sejak bertahun lamanya ‘ngontrak’ di blogspot, dengan alamat yang sama (meskipun alay, indeed), tapi dari sinilah kemudian saya punya banyak nama panggilan: Kinch, Cut, Kinchan, Kinchay, hahahaha and whatsoever 🙂
Tabik!



untuk obrolan lebih lanjut, sila kontak saya via email:

maharsiwahyu[at]yahoo[dot]com
atau temui saya di twitter
@maharsii