• Bawean,  Indonesia Mengajar,  travelling

    Pesona Lebaran Dua Kampung Halaman

    Home is where your heart is. Saya lahir dan besar di sebuah daerah (yang konon istimewa) bernama Yogyakarta. Detak kehidupan di kota ini seakan telah menyatu dengan raga, sejak ia masih perawan dengan sawah dan ladang nan subur hingga kini ia mulai bersolek ditumbuhi pusat perbelanjaan dan hotel. Yogyakarta adalah perkara hidup yang senantiasa berubah dimana masa kecil yang diagung-agungkan sebagai masa yang indah kini sekedar bagian dari sebuah nostalgia. Keluarga besar saya pun tinggal dan tersebar di Yogyakarta. Mereka ada di desa-desa di balik gemunung Kulonprogo hingga di tepian jalan padat di Kaliurang. Tapi tak pernah terbersit sekalipun kata bosan mengunjungi para sedulur ini karena tak tentu dalam satu…

  • Bawean,  Indonesia Mengajar,  travelling

    Penghujung Senja Buppak

    Foto favorit alm. Buppak. Biar giginya tinggal satu, tetapi tertawa harus paling seru… Kupanggil dia Buppak. Lelaki tua berperawakan kecil yang penuh keriput, namun mata tajamnya masih memancarkan semangat untuk hidup. Tiap kutanya usianya, ia selalu menggeleng. Lupa kapan tepatnya ia lahir, sebagaimana para warga paruh baya di dusun kecil ini. Mungkin ia telah hadir semasa Jepang menginvasi Indonesia. Atau bahkan sebelum itu. Buppak – sebutan untuk bapak atau ayah dalam bahasa Bawean – adalah kepala keluarga di hostfam saya semasa penempatan di Pulau Bawean. Beberapa kali mungkin namanya pernah muncul di blog ini. Bapak Misrudi, lelaki berdarah asli Bawean ini mau menerimaku sebagai anak angkatnya di rumah. Yang paling…

  • Bawean,  Indonesia Mengajar

    Dicari, Pelari Terakhir! (+Pengalaman Seleksi Indonesia Mengajar)

    jalan masuk menuju Dusun Serambah, dusun penempatan saya di Pulau Bawean (2013) *tulisan ini saya buat berbekal potongan ingatan dari lebih setahun yang lalu. maaf jika ada kesalahan penulisan, ya 🙂 Rasanya baru kemarin saya menapakkan kaki di Jalan Galuh II no 4 sembari menggendong sebuah carrier, dengan perasaan tidak karuan karena selanjutnya hidup saya akan berbeda. Halah. Yap, 22 April 2013 adalah hari bersejarah karena itulah hari pertama saya akan memasuki camp pelatihan Pengajar Muda VI. Hampir satu setengah tahun yang lalu! Oh maaan, cepet banget! Perjalanan panjang tersebut dimulai dari sebuah titik balik. Alkisah pada akhir tahun 2012, dengan langkah gontai saya memasuki gedung Grha Sabha Pramana UGM…

  • Bawean,  Indonesia Mengajar

    Bertemu Emak Masnah Sekali Lagi

    “Emak kapan ke Jawa?” “Tak tau Buuuu.. Tak punya uang. Emak belum pernah ke Jawa..” “Sekali-kali main Maaak. Biar tahu Gresik macam apa.. Tak tua di Bawean saja…” “Tak tahuuu Buuu..” (obrolan singkat di amben depan rumah pada suatu malam di Serambah) Hari Jumat pukul satu dini hari. Bus Patas Jogja-Surabaya yang saya tumpangi rupanya menjadi bus terakhir yang berangkat dari Terminal Giwangan hari itu. Beruntung saya tak terlambat, bisa-bisa perjalanan-singkat-satu-hari saya akan berantakan. Dengan estimasi perjalanan 8-9 jam, sekitar pukul 9 pagi saya akan tiba di Terminal Bungurasih. Lumayan, bisa tidur nyenyak di jalan. Karena keesokan malamnya saya akan berada di bus ini lagi, kembali ke Jogja. Apa yang…

  • Bawean,  Hasil Karya,  Indonesia Mengajar

    [UPDATED] Download E-book Tangan-tangan Kecil Bawean

    **UPDATE** Akhirnya! Setelah satu bulan menunda  menyelesaikan editing (karena versi pertama dicetak agak terburu-buru), buku Tangan-tangan Kecil Bawean bisa diunduh secara gratis. Hore! *tepuk tangan sendirian* Buku ini adalah ide dadakan Pengajar Muda VI Bawean ketika memasuki semester dua penugasan. Dipikir-pikir, selama hampir tiga tahun Indonesia Mengajar berada di Bawean, kok rasanya belum ada media publikasi komprehensif (halah bahasamu le) tentang pendidikan di Bawean ya? Memang sih, sudah ada beberapa newsletter dan majalah terbitan Disdik dan Pemkab Gresik, tapi rasanya kok masih kurang mengekspos tentang Pulau Bawean ya.. Keinginan kami sederhana kok, suara para pejuang-pejuang daerah ini didengar oleh mereka yang berwenang. Nah, daripada cuma mengomel, lebih baik ambil solusi:…

  • Bawean,  Indonesia Mengajar

    Ini Dia, Keluarga Saya di Tanah Serambah!

    Jadi ceritanya sudah satu bulan lebih meninggalkan Bawean tapi saya masih belum bisa move on. Masih sering teringat-ingat keluarga angkat saya di sana, kalau kangen hanya bisa nelpon atau lihat foto saja. Yap, saya bertekad nggak akan ‘pulang kampung’ ke Bawean sebelum menikah. Nikahnya kapan? Wallahu alam. *backsound tarakdungjes Saya ingin memperlihatkan keluarga angkat saya di Serambah yang sangat saya cintai dan banggakan. Sebenarnya anak angkat Mak Masnah dan Pak Misrudi ada dua, yaitu Mas Tidar Rachmadi (PM pendahulu tahun pertama) dan saya. Kami sama-sama mengamini bahwa keluarga ini memang begitu hangat dan ngangenin. Dan ya.. kami sama-sama posesif ngga mau Mak Masnah si emak juara jadi emak kita bersama.…