#KinkinEdoRabi Part III : Soal Wedding Venue, Tabah Sampai Akhir! (+ Review Sambi Resort)

“Kamu yakin mau di outdoor venue-nya?”

Pertanyaan tersebut selalu menemani tiap percakapan soal pernikahan antara saya dan keluarga. Yup, baru kali ini di keluarga besar kami dimana venue pernikahan di luar ruangan dan tanpa tenda. Dan saya juga selalu #tabahsampaiakhir meminta restu dan menjelaskan baik buruknya venue outdoor kepada mereka. Maklum saja, selama ini tentu penggunaan rumah atau gedung sudah menjadi syarat mutlak dalam penyelenggaraan, bukan 😀

Mengenai wedding venue ini adalah salah satu item yang paling drama dan menghabiskan tenaga. Pemilihan wedding  venue berpengaruh terhadap sebagian besar keputusan lainnya mulai dari dekorasi, transportasi, katering, sampai pemilihan pakaian. Saya menghabiskan hampir dua bulan waktu untuk survei dan sebagian besar saya lakukan via internet dan handphone. Jika korespondensi dengan venue A di awal tidak membuat saya nyaman, akan langsung saya coret dari list.

Seperti yang pernah diceritakan di awal bahwa saya pernah galau gegara masalah venue ini. Awalnya saya sudah fix DP tanggal di salah satu gedung pertemuan di area UGM, tapi saya ngga sreg karena semua fasilitas dan kebutuhan saat pernikahan harus diambil secara paketan. Tadinya sih merasa lega ya, tinggal terima beres aja nih, tapi rupanya jiwa EO saya berkobar ngga mau nerima begitu saja. Untunglah, tim marketing nya baiiiik banget, mau bantu urusin refund DP yang sudah telanjur saya bayarkan. Makasih banget!

Perburuan pun saya lanjutkan. Setelah minta restu dari Ibu dan keluarga besan, saya memilih untuk mencari venue di luar ruangan. Kriterianya antara lain berbentuk taman atau tanah lapang, ada pepohonan, punya tempat parkir yang cukup luas, aksesnya tidak sulit, tidak memaksakan untuk pakai paketan, dan pemandangannya bagus.

Saya list satu-satu ya yang pernah saya survei. Semoga bisa jadi referensi teman-teman yang ingin membuat pernikahan outdoor di Jogja.

 Jogja Utara

  • Ndalem Notorahardjan

Ada di top list saya, tapi langsung saya coret setelah tanya harganya yang naik banyak banget dari tahun sebelumnya huhu. Selain itu di tanggal yang saya mau sudah ada yang booking juga. Saat saya tanya harganya 25 juta sudah ngga bisa nego, jika tambah sewa guesthouse-nya jadi total 34 juta. Dipikir-pikir, kalau tamu saya banyak pasti cocok di Ndalem ini karena tamannya super luas dan sekarang katanya parkirnya usdah diperbesar. Dulu waktu nikahan teman sih parkiranya masih harus di ruko-ruko seberang Ndalem. Kalau emang mau bikin pesta kebun yang besar di taman dengan pohon-pohon rindang dengan bangunan ala ala ningrat gitu, Ndalem Notorahardjan pilihan tepat banget sih.

  • Sasanti Gallery and Resto

Sangat cocok untuk intimate party dengan jumlah tamu ngga lebih dari 200 orang,  karena di tengah area ada kolam yang cukup memakan tempat. Atmosfernya homy banget, sejuk karena pohon di mana-mana. Korespondensi dengan Sasanti sangat enak, marketingnya njelasin apa yang kita butuhkan. Saya hanya via email lho, belum kesana langsung. Kontranya, tempat parkirnya kecil dan makanannya harus paketan. Sebelahan sama Hotel Hyatt di Jalan Palagan.

  • Joglo Mlati

Letaknya di belakang Terminal Jombor. Modelnya joglo gitu.. Ngga cocok dengan tema saya. Makanan juga harus paketan. Langsung coret. Hehe

  • Westlake Resto

Kalau yang ini letaknya di Ringroad Barat, malah deket  banget sama rumah saya yang sekarang. Dulu pertama kesana makanannya lumayan enak dan atmosfernya cozy banget. Sayangnya katering paketannya menunya kurang menggugah selera dan tidak ada venue khusus, jadi nanti acara pernikahan disaksikan sama para tamu yang main bebek-bebekan :p Tapi kemarin teman saya ada yang nikah di sana, kayanya sekarang ada venue khusus buat acara outdoor kaya pernikahan gitu.. Kalau tertarik langsung kesana aja mendingan, hehe.

Jogja Tengah dan Selatan

  • Omah Budaya Tembi

Lama berkutat di Jogja utara dimana memang sebagian keluarga besar saya tinggal, akhirnya beranjak ke selatan, langsung ke daerah Bantul. Buat yang sering ke Sate Pak Pong, nah Tembi deket-deket situ. Tembi sangat terkenal di kalangan pegiat seni karena kegiatan seninya ngga pernah berhenti. Selain jadi padepokan seni, Tembi juga menawarkan penginapan bergaya joglo dengan latar belakang sawah dan gunung Merapi. Waktu itu pernah menginap di sana, tempatnya memang nyaman dan makanannya cukup enak. Sayangnya venue outdoornya sempit.. nylempit di antara joglo-joglo penginapannya gitu.. Dan tau kan Bantul itu pwanas… kasian tamu saya kepanasan kalau acaranya siang.

  • Lemah Ledok Resto

Resto ini memang sudah lama terkenal sebagai tempat pernikahan. Tetapi saya kurang sreg dengan makanannya (namanya juga resto, kateringnya ya sudah paketan dong), dan venue nya terasa gelap. Akhirnya coret lagi.

  • Den Nanys Resto

Resto ini letaknya di Prawirotaman kalau ngga salah. Bagus bentuknya taman gitu dan ada joglonya. Tapiii saya ngga kebayang tamu-tamu saya pada kejebak macet di area situ, harus lewatin Malioboro pula, langsung coret lagi…

  • Gazebo Garden Restaurant

Pertimbangan yang sama dengan Gazebo Garden yang letaknya di dekat Purawisata ini. Takut macet! Dan lagi-lagi makanannya harus ambil dari restonya.

Intinya kalo judulnya resto, makanannya harus paketan dong dengan venue-nya. Rugi bandar kalau hanya nyewakan venue dan makanan bisa pesan dari luar, hahaha. Dan kemungkinan harganya  lebih mahal daripada katering-katering nikahan lain. Jadilah saya mencoba cari alternatif selain resto sehingga saya bisa memilih katering favorit saya.

Ada satu resort yang mencit di utara yang sempat jadi pilihan saya yaitu Kalyana Resort. Tempatnya memang oke banget, ada taman berumput yang luaaas di area berbukit. Duh tapi lokasi agak jauh, saya takut tamu saya nyasar. Suatu ketika Mas Pandu nyeletuk nama salah satu resort di Kaliurang yang pernah dia gunakan untuk menjamu tamu dari Jepang, dan overall para tamu itu puas. Namanya Sambi Resort. Langsung deh ketika saya pulang ke Jogja, saya ajak Mas Pandu dan Mba Zaki untuk survei kesana sekalian tanya-tanya tentang harganya.

Saat sampai saya langsung jatuh cinta. Venuenya cakep banget, hawanya adem semilir, ijo royo-royo. Konturnya naik turun menyesuaikan kontur lereng Merapi yang memang ngga rata. Ada sungai alami di bawah yang bikin suasana tambah adem. Cottage-nya bentuk tingkat gitu dengan dinding luar dilapisi gedhek (anyaman bambu) untuk membuat suasana pedesaan makin kental. Aduh cakep banget pokoknya!

Saya ketemu langsung dengan General Manager Sambi Resort. Minta dijelaskan harga dan fasilitas apa saja yang didapatkan, mata saya langsung ijo. Masuk budget! Dikasih diskon lagi. Sudah dapat kamar pula dan cottage di hari H. Untuk venue pernikahannya sendiri ada dua, yaitu venue taman kecil yang cukup untuk 100 orang standing party, dan venue taman besar bertingkat dengan pool untuk 300-400 orang standing party. Enaknya lagi, mereka ngga memaksakan paketan. Dari dekor, katering, rias, semua bisa saya cari sendiri sesuai selera.

Tetapi kontranya adalah lahan parkir depan kurang luas, kontur yang berbukit mungkin akan mempersulit tamu sepuh, jarak dari parkiran depan ke venue yang lumayan, dan letaknya di Jalan Kaliurang atas! Duh kasian tamunya ngga ya… Mulai deh galau lagi.

Singkat cerita, setelah pemikiran panjang, akhirnya saya ambil venue pool di Sambi Resort tersebut. Berpengalaman dengan marketing hotel yang kadang suka janji manis, saya minta semua fasilitas dan penawaran yang sudah disepakati kedua belah pihak untuk dimasukkan ke dalam surat tertulis untuk pegangan saya. Tapi mulai deh, setelah saya membayar lunas, mereka mulai meleng kemana-mana. So typical!

Untuk masalah venue dan lain-lain sangat ngga ada masalah. Saya kasih 8 dari 10 deh. Tapi untuk manajemen resort sendiri, saya kasih 4 dari 10. Maaf, tapi tidak profesional! Untung saya minta bantuan teman-teman sebagai EO, jadi pas hari H segala kepusingan jadi mereka yang tanggung, sampai perang urat syaraf sama pihak hotelnya. Tadinya mau saya tulis poin-poinnya di sini, tapi kok seperti membuka luka lama hahaha. Intinya ada beberapa ketidakprofesionalan yang timbul akibat hobinya janji-janji manis. Beberapa vendor saya juga malah dipersulit untuk loading dengan alasan banyak tamu lain (padahal di awal manager sudah janji, iyaa janji sihhh, kalo acara saya pas di hari H tidak bersamaan dengan acara lainnya. Tapi dia baru bilang di akhir-akhir kalo acara saya barengan dengan 2 acara lain, enak banget pula ngomongnya.) Saya sengaja banyak ngobrol via Whatsapp dan email agar ada record kalau-kalau nanti ada masalah saat hari H. Eh tapi tetep lebih pinter ngelesnya, kami sudah males debat lagi dan saya makin badmood.

Semoga Sambi Resort berbenah ya. Sayang banget tempatnya bagus tapi pelayanannya seperti ini. Saya dulu malah berharap bisa bertemu langsung ownernya untuk berdiskusi mengenai uneg-uneg saya. Dan saya sudah sampaikan ini melalui surel ke manager bersangkutan dan surel resmi Sambi Resort. Ngga, saya ngga minta uang saya balik. Saya hanya berharap klien-klien selanjutnya tidak mengalami hal-hal yang kurang mengenakkan. Kalau saya ditanya apakah Sambi Resort recommended, saya jawab ‘ya’ dengan catatan sangaaat panjang 😀 Kalau tertarik dan pingin tahu lebih jauh, boleh banget japri langsung ya.

Pengalaman ini sekarang buat bahan becandaan saya dan Mas. Dengan segala keriweuhan itu, bersyukur banget acara berjalan lancar. Padahal saat resepsi hujan pula, tamu-tamu kesulitan parkir dan jalan ke venue, sampai Ibu saya hampir nangis karena sedih kok hujan. Tapi saya dan Mas saat itu malah ketawa-ketawa sebagai bentuk sukacita kami karena tamu-tamu tetap datang, para vendor tetap cakcek membantu mengkondisikan, dan kami diberi hujan mungkin sebagai tanda dari Tuhan untuk berdoa agar diijabah. Insha allah barokaaah. Aamin ya rabbal al amin…

Untuk teman-teman yang kemarin sempat hadir di pernikahan saya, mohon maaf banget kalau ada yang kurang berkenan. Mungkin ada yang kehujanan, kena macet di Jalan Kaliurang, atau ada hal-hal kurang pas lainnya, saya mohon maaf ya 🙂

Ini beberapa foto saat saya survei ke Sambi Resort.

dscf1259

Bareng Mba Zaki dan Mas Pandu, yang sudah banyak bantu saya selama persiapan dan hari H

dscf1257

Jembatan pintu masuk

dscf1258

Area pintu masuk

dscf1248

Area pool dilihat dari lantai 3

dscf1243

dscf1247

area lantai 2 yang jadi pelaminan

dscf1249

area joglo tempat akad nikah. di sini saya pasang 2 tenda carnaville untuk tamu yang hadir (yang ternyata banyak banget yang dateng, makasih yaa…)

 

3 thoughts on “#KinkinEdoRabi Part III : Soal Wedding Venue, Tabah Sampai Akhir! (+ Review Sambi Resort)

Leave a Reply

%d bloggers like this: