A Quick Update 2016

Awal Januari lalu, saya punya satu lagi lompatan besar dalam hidup. Mas pacar membawa keluarganya ke rumah untuk menyampaikan keinginannya melamar saya. Kami sudah saling mengenal keluarga pasangan, sayangnya orang tua kami belum pernah bertemu. Perasaan saya degdegan saat keluarganya datang ke rumah dan disambut oleh keluarga saya… Almarhum Bapak diwakili oleh Eyang dan Om dari pihak Bapak. Banyak pikiran berkecamuk, duh cocok nggak ya? Acaranya lancar nggak ya? Ada yang ngeganjel nggak ya?

Alhamdulillah acara berjalan lancar dan keluarga kami akhirnya saling mengenal. Keinginan mas pacar untuk melamar juga diterima baik oleh keluarga saya, dan dalam acara sederhana itu saya merasa sangat lega. Saya pernah mengalami masa dimana saya takut untuk menikah. Yup, ada satu momen dalam hidup yang memutarbalikkan dunia di sekitar dan membuat saya sempat mengalami krisis percaya diri, yaitu saat Bapak sakit parah dan akhirnya meninggal dunia beberapa tahun kemudian.

Menerima lamaran Edo tentu melalui pertimbangan yang panjang, dan dia berhasil meyakinkan saya bahwa semua bisa dilewati dengan baik-baik saja. Dia juga berhasil meyakinkan saya bahwa ia memang benar-benar serius untuk membina hubungan – setelah tiga tahun kami saling kenal dan akhirnya berpacaran (walau 1,5 tahunnya LDR-an, haha).

Apakah posting ini menjadi terlalu personal? (kayak biasanya enggak aje, Kin! Haha)

Momen lamaran tersebut seakan menjadi titik awal saya mulai berpikir tentang persiapan nikah. Semakin banyak membaca referensi dan pengalaman orang di internet, semakin saya bingung! Yah saya orangnya memang gampang galau sih, liat A bagus pengen A, yang B bagus pengen B, eh ada C bagus, pusing terus ngributi… Hahaha, girl!

Untunglah Edo engga cerewet, dia lebih banyak mendengarkan dan manut aja (sejauh ini sih begitu) kalo saya udah mulai hectic dan potensial jadi bridezilla. Hahaha! Saya engga mau jadi bridezilla… Saya ingin mempersiapkan pernikahan ini dengan penuh kebahagiaan, harapan, dan optimisme. Dan tentu saja saya tidak ingin mengesampingkan rencana-rencana dan harapan kami setelah menikah nanti, yang tentu saja lebih penting daripada seremoni itu sendiri.

Dan aniwei, segala sesuatu kalo udah ada embel-embel ‘wedding’nya, harganya bisa meroket ngga kira-kira ya.. (lah jadi curhat) Semoga kami dijauhkan dari segala perselisihan dan dilancarkan semua urusan, aamin…

17 Replies to “A Quick Update 2016”

  1. Selamat buat pacarnya mbak kin2, saya terima kekalahanku sebagai pesaing anda mas Edo (kidding ya hehe). Semoga diberikan kelancaran dan dijauhi dari perselisihan yg tdk diinginkan.

  2. Turut berbahagia mendengar kabar baik dari kalian, satu langkah baik sudah kalian tapak kan
    Semoga diberi kemudahan, dan kelancaran dalam segala halnya, barokah untuk kalian 🙂

  3. Wah rumah baru cekgu?.

    Berawal dari berselancar mencari info tentang DA IM, saya “nyasar” ke rumah cekgu ini. Terus jatuh cinta sama isi dan desainnya. Karena rumah cekgu pula saya jadi terinspirasi menulis segala pengalaman selama di penempatan di rumah sederhana saya di http://www.sangalhariri.com
    Terima kasih untuk inspirasinya cekgu. Teriring pula doa semoga dilancarkan serta Sakinah Mawaddah wa Rahmah.

    Salam hormat

    Afif “Ucok” Alhariri
    Pengajar Muda X Musi Banyuasin

    1. Hai Alfons, long time no see! Setiap ‘ketemu’kamu di dunia maya (entah twitter, komen blog, ato baca post) aku selalu inget anak-anak di Bawean yang lagi main pake kamera kamu. Oh iya aku pernah cerita belum ya, kalo kameramu digunakan penduduk pulau Gili di Bawean untuk membuat majalah kecil-kecilan. They used it properly! Hehe.

  4. Wah telat ngucapin selamat ni.
    Semoga langgeng yah 🙂 .

    Btw nama Pendamping Hidupnya, kok hampir sama atau mendadak sama dengan nama panggilan saya,, hhehehe kiding Mbakin 🙂

    Regards: travedisi.com

Leave a Reply