Pengalaman Saya Memperpanjang Paspor di Kanim I Jakarta Selatan

Sudah sejak medio 2014 lalu paspor saya kadaluarsa. Kalau saja tahun 2009 saya tidak nekat pelesir ke negara tetangga, mungkin hingga kini saya belum punya paspor. Padahal dalam kurun waktu lima tahun paspor tersebut aktif, saya jarang ke luar negeri, hehe. Karena itulah rasanya keinginan memperpanjang paspor kembali terasa berat untuk dilakukan. Apalagi sekarang saya berdomisili di Jakarta sementara KTP saya masih asli Yogyakarta.

Eh rupanya, memperpanjang paspor tak harus di Kantor Imigrasi tempat saya berasal. Saya dapat memperpanjang paspor di tempat saya berdomisili sekarang, Jakarta Selatan. Oh iya, sebenarnya istilah ‘memperpanjang paspor’ itu tidak ada, karena syarat dan prosedurnya sama dengan pembuatan paspor baru. Baru saja hari Selasa (05/01) saya membuat paspor di Kanim Kelas I Jakarta Selatan di Warung Buncit, jadi tak ada salahnya berbagi pengalaman membuat/memperpanjang paspor dengan teman-teman. Kemarin saya mengumpulkan tekad dan niat juga gegara membaca prosedur pembuatan paspor yang jauh lebih mudah daripada zaman baheula :p

Selama masa mengumpulkan tekad saya diliputi banyak kecemasan: Saya lupa ngga bawa akta kelahiran, bisa diganti ijazah ga ya? Duh nanti ditolak ngga ya karena ngga pakai KTP Jakarta? Harus pakai surat keterangan domisili ngga ya? Harus pakai surat keterangan PNS kah? Dan lain-lain.

Saya membuat paspor secara online, dimana total kedatangan saya hanya dua kali saja. Jika membuat paspor walk-in kedatangan total tiga kali: memasukkan berkas, melakukan foto dan wawancara, serta mengambil paspor. Pada prosedur online, tahap pertama bisa dipangkas. Males juga sih ngantri tiga kali di antara banyaknya pembuat paspor. Jakarta gitu loh…

Disclaimer: Saya membuat paspor secara online di Kanim I Jakarta Selatan pada awal 2016, dengan kondisi KTP asal dari luar daerah. Perbedaan prosedur mungkin terjadi antara satu Kanim dan Kanim lainnya, dalam rentang waktu berbeda. 

I. Registrasi online

  1. Lakukan registrasi awal di link ini –> https://ipass.imigrasi.go.id:9443/xpnet/faces/xpnet-main.xhtml, baca dulu petunjuk pengisiannya. Tidak perlu saya jelaskan di sini, ya.. Jika sudah cukup jelas bisa lanjutkan ke ‘Pra Permohonan Personal’. Di sini kita akan mengisi data diri dan informasi lain yang dibutuhkan. Isi dengan jujur ya, karena nanti akan dicrosscheck oleh petugas. Alamat email yang dicantumkan harus alamat email aktif dan mudah kita akses, karena semua bukti dan tatacara pembayaran akan dikirimkan kesana. Cetak surat pengantar ke bank untuk melakukan pembayaran.
  2. Lakukan pembayaran ke BNI sebesar Rp 355.000,00. Prosedur ini dapat dilakukan dalam jangka waktu 5 hari kerja, jika lebih maka kita harus mengisi form lagi dari awal. Saya kurang tahu apakah pembayaran bisa dilakukan via ATM, karena kita membutuhkan bukti bayar bank. Jadi amannya via teller saja, toh hanya perlu membayar biaya administrasi sebesar 5 ribu rupiah. Simpan bukti bayar dan catat no jurnal bank yang nantinya akan digunakan untuk konfirmasi pembayaran.
  3. Konfirmasi pembayaran melalui link yang dikirimkan sebelumnya ke email kita. Saat konfirmasi itulah kita dapat memilih hari kedatangan ke Kanim I Jakarta Selatan untuk melakukan wawancara dan foto. Jika ternyata nantinya kita tidak dapat datang di hari yang ditentukan, ada dispensasi untuk datang dalam kurun waktu 7 hari setelah tanggal yang ditentukan, jika tetap tidak datang uang akan hangus dan prosedur harus dimulai kembali dari awal. Jadi pastikan saja pada hari yang kita pilih, engga ada hal-hal yang kemungkinan akan menghambat kedatangan kita seperti dinas luar atau ternyata pas tanggal cuti :p

II. Kedatangan ke Kanim

Sebelum datang hari H, persiapkan dulu dokumen yang dibutuhkan, sesuai pengalaman saya:

  • Cetak tanda terima permohonan dan formulir data diri (semua nanti dikirimkan ke email kita setelah konfirmasi pembayaran)
  • Bukti pembayaran ke bank
  • Fotocopy KTP
  • Fotocopy KK
  • Fotocopy akta kelahiran/ijazah/surat nikah (pilih salah satu)
  • Di beberapa web yang saya baca disyaratkan untuk membawa surat keterangan kerja/surat rekomendasi bagi karyawan/PNS/TNI. Karena status saya masih CPNS (dan saya males ngurus ke kepegawaian), saya hanya membawa SK Pengangkatan CPNS dan Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas yang menunjukkan saya pegawai di instansi tersebut. Surat ini saya bawa untuk memperkuat bukti bahwa saya sekarang berdomisili di Jakarta. Teman saya yang asli Jakarta dan CPNS juga kemarin tidak membawa surat ini, tidak dipermasalahkan. Jadi sepertinya surat ini sebagai pelengkap saja kalo-kalo dapet petugas yang agak rempong, hehe.

Jangan lupa! Semua fotocopy berkas harus dibawa untuk ditunjukkan ke petugas nanti.

Silakan datang di hari yang telah ditentukan dengan memperkirakan waktu yang tersedia. Kanim melayani pengambilan antrian pendaftaran online pada pukul 07.30-14.00, namun saya mencoba untuk datang lebih awal demi mempelajari situasi. Ternyata di Kanim sudah ramaaaai sekali oleh pendaftar online dan walk-in. Nah ini enaknya, jika pendaftar online datang sesuai waktu yang ditentukan pasti akan mendapatkan kuota antrian, datang lebih awal berarti dapat nomor lebih kecil; sementara pendaftar walk-in harus datang lebih pagi lagi demi mendapatkan kuota hari itu. Kalau tidak salah kuota pendaftar walk-in sebanyak 150 orang, jika sudah pas otomatis no antrian ditutup. Hari itu saya datang pukul 06.30 dan mendapatkan nomor baris 18 (baru nomor baris untuk ambil antrian) lalu kami berbaris di depan pintu kantor. Tenang saja, pendaftar walk-in dan online dibedakan lajurnya, jadi pastikan sudah membawa semua berkas dan bukti pendaftaran untuk mendapatkan nomor antrian.

Nah di sini kami salah strategi.. Kami harus ‘nongol’ dulu pagi hari di kantor kami untuk meminta izin atasan. Pukul 07.30 pintu Kanim belum dibuka karena masih diberikan pengarahan oleh petugas. Antrian tertib sekali kok, karena didahulukan antrian khusus (manula/difabel), antrian walk-in, barulah antrian online dipanggil, agar meja antrian tidak kemruyuk. Estimasinya kami baru bisa masuk ke lantai 2 pada pukul 08.00 dan mungkin baru dipanggil wawancara pada pukul 10.00 an. Jadilah kami keluar dari antrian dan memilih kembali ke kantor. Ambil antriannya nanti sajalah sekalian nunggu biar ngga perlu balik lagi ke kantor.. begitu pikiran kami.

Pukul 10.00 kami kembali ke Kanim dan mengambil antrian. Langsung saja naik ke lantai dua dan menuju meja pengambilan nomor. Tunjukkan berkas asli dan bukti pendaftaran, no antrian bisa langsung diperoleh. Waktu itu antrian baru sampai nomor 38 dan saya dapat nomor 110! Tahu gitu tadi nunggu aja.. Ternyata prosesnya cepet banget karena ada 5 loket yang dibuka. Kesalahan strategi kedua, ternyata kami bisa memantau kondisi antrian via sms! Kami telanjur patuh menunggu tanpa kemana-mana, hanya diselingi shalat zuhur saja, dan kami baru dipanggil pukul 13.30… Saat istirahat ada 2 loket yang tetap buka tetapi antrian berjalan sangat lambat.

Kemudian saya dipanggil ke loket no 1. Saya cukup tunjukkan bukti pendaftaran, formulir permohonan, fotokopi berkas, dan tidak perlu menunjukkan berkas aslinya karena sudah diperiksa di meja antrian tadi. Tapi tidak tahu ya, mungkin loket lain ada yang masih memeriksa ulang berkas. Setelah berkas dinyatakan lengkap, saya langsung diminta foto dan sidik jari. Pertanyaan untuk saya hanya 2, apa tujuan membuat paspor dan dimana domisili saya di Jakarta. Oh iya, pastikan punya jawaban yang jelas saat wawancara, walaupun mungkin belum tahu mau kemana.. Saya hanya bilang kalau mau liburan pada pertengahan tahun dengan tujuan antara Malaysia dan Thailand. Si petugas manggut-manggut lalu selesailah proses wawancara saya. Secara keseluruhan, saya berada di loket tersebut hanya lima menit saja!

Saran saya, jika sudah mendaftar online, itu artinya anda bisa lebih santai.. Jika memang mau cepat datanglah pagi hari, tapi kalau baru bisa datang siang juga ngga papa.. Lebih baik sekalian datang setelah istirahat (tapi jangan sampai jam 2 siang, nanti antrian tutup), biasanya kondisi antrian sudah lebih sepi.

Nah, paspor bisa diambil tiga hari setelah proses ini. Status permohonan bisa langsung dicek via sms, petunjuknya ada di web imigrasi ya.. Ada semua di situ kok. Karena besok Jumat saya tidak bisa mengambil, saya mewakilkan ke teman saya untuk mengambilkan, syaratnya dengan membuat surat kuasa.

Jadi begitulah, sebagian besar kekhawatiran saya tidak terbukti. Sistem pembuatan paspor oleh imigrasi saat ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya… Apalagi jika anda membuatnya di Jakarta. Saya ngga tahu apakah masih ada calo atau mungkin suap demi bisa membuat paspor tanpa melewati antrian panjang. Tapi jika melihat prosedurnya saja semudah ini, alangkah baiknya kita membuatnya sendiri.. Apalagi jika online total hanya butuh kedatangan 2 kali saja jika semua berkas lengkap dan tidak ada masalah.

Semoga artikel ini membantu ya.. Dan bisa menguatkan tekad yang lagi pada males perpanjang paspor! Malas di awal tapi ketika sudah jadi, leganya bukan main! Hehehe..

17 thoughts on “Pengalaman Saya Memperpanjang Paspor di Kanim I Jakarta Selatan

  • Hallo 🙂 Mau nanya dong, saya kan juga sama nih kaya mbak. Paspor awal bukan dibuat di Jakarta, jadinya kita tetep harus pakai surat domisili atau tidak ya? Dan yang kalau mau registrasi online itu, jenis permohonannya yang perpanjang masa berlaku atau perubahan alamat dll ya ? soalnya kan kita bikinnya di jakarta, apakah masih bisa pakai alamat yang lama atau harus pakai alamat baru yg di jakarta? terima kasih banyak

    • halo, saya jawab semampu saya ya. kalo alamat KTP (asal) masih sama (kita tidak pindah rumah sehingga ngubah alamat KTP), pakai perpanjangan biasa aja. nanti petugas akan nanyain alamat di jakarta nanti untuk dijadikan catatan, tapi alamat di paspor tetep pakai alamat lama.
      nah, ketentuan tiap kanim beda2 nih mba, aku aja di kanim yang sama dengan temanku, dia diminta surat domisili, aku engga. bahkan ada yang harus pake surat keterangan dari kantor kalo dia akan melakukan perjalanan ke luar negeri. tapi kemarin aku ga dimintain sama sekali. jadi amannya aku dari rumah udah bawa SK keterangan kerja, jadi kan sudah jelas aku domisili di jakarta untuk bekerja. maaf ya kurang membantu, tapi kalo masih degdegan, langsung aja telpon ke kanim bersangkutan biar pas datang ga bingung lagi 🙂

  • Terima kasih Mba Kin ini infonya kece banget. Saya rencana buat paspor di Kanim Jaksel Warung Buncit, KTP Bekasi, domisili di Depok, hahahaha aduh. Siapin dokumen yg banyak dong yah

  • Mba, aku kan udah melakukan pembayaran pembuatan paspor online, harusnya hari ini tapi ada kendala jadi tidaj bisa databg hari ini,kira2 uang saya hangus ga ya?

  • Sore mba, mau tanya formulir data diri (semua nanti dikirimkan ke email kita setelah konfirmasi pembayaran) didapat darimana ya? karena saya hanya dapat attachment Tanda Terima Permohonan serta memilih tanggal saja sedangkan formulir data diri tidak disertakan di attachment
    Apakah formulir bisa didapatkan dikantor imigrasi pada hari H?

    Ditunggu infonya mba
    Terimakasih sebelumnya

    • halo, wah banyak yang mau bikin paspor ya dalam waktu dekat-dekat ini.

      kok seingat saya semua dikirim ke email ya mba, karena formulir itu kalo ga salah akan kita bawa untuk diperiksa dan diserahkan di kantor imigrasi. maaf ya belum bisa membantu, semoga masalahnya clear 🙂

  • Ternyata model pembuatan passport sekarang agak lebih cepat dari yang dulu ya. Dulu saya mesti nunggu seminggu, itupun kalau kita rajin ke imigrasi dan nyamperin petugas, nanya “Pak, sudah bisa wawancara hari ini?” (ini kasus di Imigrasi Aceh)

    Saya mau tanya,,Nomor passport berubah gak kalo diperpanjang?. Saya belum pernah kedaluarsa passport.
    Passport 48 halaman, yang keisi cuma 5 halaman, buku selanjutnya harus lebih banyak lagi halaman yang terstempel imigrasi luar negeri. 48 Halaman penuh sebelum 5 tahun 😀

  • Mbak saya mau tanya kalau passport saya habis 11 bualan lagi boleh gak mbak di perpanjang kanim ya sekarang sehubungan ada permintaan dari perusahaan yg mau menerima saya bekerja di malaysia

  • kak, mau nanya nih
    nah minggu lalu mendadak di ajak pergi mumpung dapet tiket murah, ngurus paspornya hari rabu tgl 22 maret trus jadinya katanya tgl 31, itu karena tgl 27-29 itu ada hari raya nyepi pastinya semua kantor libur, jadi aku disuru dateng tgl 31 pagi jam 10, nah kebetulan tiket pesawatnya cuma ada yg jam 7 pagi, kira2 nih kalo aku dateng tgl 30 sore gitu paspornya udah jadi apa belum ya, bingung aja sih takutnya belum jadi tp udah beli tiket duluan…
    makanya skrg mau tanya2 dulu biar jelas dan bisa beli tiket, haha (maklum pemburu tiket murah)

Leave a Reply

%d bloggers like this: