Apa Kabar GERD-mu?

“Kinkin, gimana kabar GERD-mu?” seorang teman yang lama tak kontak dengan saya, tetiba mengirim pesan singkat sore itu.

Mengetahui ada orang yang nampak paham apa itu GERD, seketika saya surprised. Selama ini setiap bercerita tentang penyakit saya pada teman-teman ketika keluhan itu datang, mereka hanya mengakhirinya dengan kata ‘oooo’. Bingung juga harus bereaksi apa, karena nama penyakit itu bahkan belum pernah mereka dengar sebelumnya.

Usut punya usut, dia membaca salah satu posting di blog saya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, dia memiliki gejala dan keluhan yang sama. Aha! Seketika kami sama-sama nyambung, setelah sekian lama tidak berinteraksi. Rupanya ia mengalami gejala GERD dengan tingkatan yang lebih buruk dari saya hingga suatu hari harus dibawa ke UGD. So sorry for you, bro…

Tapi di sisi lain, saya tidak merasa sendirian. Bahkan terkadang kami sering membuat guyonan tentang penyakit ini, yang hanya bisa ditertawakan oleh diri kami sendiri.

***

Beberapa surel sempat masuk ke email saya, banyak diantaranya yang menanyakan perihal penyakit GERD dan bagaimana penanganannya yang tepat. Karena saya anaknya pelupa (dan malesan), beberapa surel tersebut tidak terbalas. Jadi saya rasa tidak ada ruginya membuat update singkat mengenai perkembangan kesehatan saya selama beberapa bulan terakhir, dan bagaimana saya mencoba berteman dengan GERD.

Sedikit pendahuluan, GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah penyakit degeneratif dimana (gampangnya nih) katup lambung yang berhubungan dengan kerongkongan menjadi longgar. Akibat longgarnya katup ini, terkadang asam lambung suka bablas naik hingga ke kerongkongan, bahkan rongga mulut! Sensasi yang dirasakan saat penyakit ini kambuh antara lain: perasaan terbakar di dada (sensasi heartburn), mual, kembung, pusing, hingga muntah. Penyakit ini bisa disebabkan beberapa hal: asupan dan pola makan yang buruk, maag yang tidak diobati dengan baik, langsung tidur setelah makan, mengunyah makanan yang tidak sempurna, dan lain-lain. Ada beberapa literatur mengatakan apabila GERD tidak terobati dan semakin parah dapat menyebabkan kanker. Nauzubillah 🙁 Iya sih, bayangin aja asam lambung yang harusnya ada di perut, naik hingga ke mulut, dan itu terjadi berkali-kali.

Setahun terakhir, alhamdulillah, GERD saya tidak pernah kambuh yang terlalu parah. Saya pikir sih salah satunya karena usaha saya untuk memperbaiki asupan dan pola makan. Tidak ada makan telat dan langsung tidur setelah makan. Mengimbangi daging-dagingan dengan sayur dan buah. Banyak minum air putih. Rajin jalan kaki sebagai gantinya olahraga. Menjauhkan diri dari stress. Mengurangi makanan pedas dan asam, kopi, teh, soda, dairy products, serta mie instan. Terasa berat ya? Mau sehat kok nyiksa diri sih? Lha yang sebenarnya menyiksa itu yang gimana coba?

Untungnya, tubuh saya pun mulai beradaptasi dengan gaya hidup baru itu dan bereaksi jika ada yang melenceng keluar dari jalurnya. Sekarang saya selalu mual jika makan mie instan terlalu banyak (padahal mulut saya pingin banget, habis enak bumbunya!) Perut saya selalu kasih alarm jika saya tidak patuh, paling sering jika saya makan pedas, asam, terlalu berlemak, atau minum soda berlebihan. Kalo kebanyakan makan daging (misal 3 hari berturut-turut daging terus), perut saya langsung begah. Saya juga jadi sensitif banget dengan susu… Pas banget saya ngga terlalu suka susu, hehehe. Tapi saya tidak tersiksa dengan segala keterbatasan tersebut, apalagi kalo dibilang tidak menikmati hidup… Saya sih engga terima statement itu. Hidup ga melulu harus dinikmati dengan makan enak (yang identik dengan pedas berlemak atau penuh kolesterol). Saya masih makan nasi padang dan sate sekali-kali, lha wong saya akui itu emang enak. Tapi sayur dan buah… Lebih enak! Hehehe…

Dan alhamdulillah, dengan jenis asupan yang seperti itu, perut saya kini lebih bersahabat. GERD memang menjadi alarm pengingat agar tidak semena-mena memperlakukan tubuh. Untunglah saya diingatkan ketika masih muda sehingga masih banyak waktu untuk memperbaiki diri.. Dan saya ngga perlu sampai masuk UGD segala agar sadar buat mencoba hidup sehat. Hehehe.

Kamu merasakan gejala seperti yang saya sebutkan di atas? Apalagi kalau pernah merasakan sensasi heartburn di dada atau perut yang terus-terusan begah. Belum tentu GERD juga karena ada beberapa penyakit lain yang punya gejala yang sama. Segera periksakan diri ke dokter deh.. Dulu saya beberapa kali ke dokter umum karena takut sakit jantung, beberapa kali pula dokter bilang saya baik-baik aja. Salah satu teman yang curiga dengan gejala saya tersebut menyarankan saya untuk ke dokter spesialis lambung kenalannya… Akhirnya ketahuan deh penyakit saya. Untung saya hanya perlu minum obat tidak sampai harus endoskopi segala.

Tapi saya sih berharap kalian tidak perlu sampai terkena penyakit seperti kami ini. Hahaha. Kuncinya: jaga pola makan dan gaya hidup! Karena banyak sekali penyakit yang berawal dari buruknya sistem pencernaan kita.

Saya sendiri sampai sekarang belum sembuh, hanya saja penyakit tersebut bisa saya buat ‘tidur panjang’. Bukan tidak mungkin ia bisa bangun lagi jika saya kembali ke pola hidup yang berantakan sebagaimana pernah saya alami dulu.

Have a healthy life, pals!

38 thoughts on “Apa Kabar GERD-mu?

  • horre..akhirnya ada yg baru jga dri mbak kinkin..tp jdi sedih tegang was_was & juga Lgsung punya pLaning ke dokter ne stlah baca..moga lekas sembuh ya mbak…:)

    • salam kenal juga.. semoga njenengan bisa segera sembuh juga. saya kalo pagi menghindari roti, susu, ato makan nasi terlalu banyak.. tapi kalo kepaksa adanya itu ya dimakan juga daripada maag 😀 tapi paling enak kalo makannya buah. seger. hehe

  • hai kak, saya juga penderita GERD. belakangan sering kambuh dan nyiksa abis kalau habis makan suka kembung. sempet check up juga, rasa kembung dan mualnya berkurang sih, tapi masa harus bergantung sama obat……so sad anyway:(

    • awalnya aku juga bergantung sama obat untuk meringankan gejala. tapi lama-lama bisa beradaptasi dan mengubah kebiasaan sih yang paling penting. karena gerd muncul salah satunya akibat kebiasaan kita yang kurang baik. semoga ccepat sembuh ya 🙂

  • Kejadian GERD tidak terlalu banyak. Kadang-kadang seringkali disalahpahami sebagai gastritis biasa. Tapi tidak ada yang menyenangkan jika isi lambung kita selalu kembali ke rongga mulut tanpa bisa kita kendalikan.

    Terima kasih sudah berbagi ya, Kinkin. Senang mendengar kamu bisa beradaptasi dengan GERD.

    • hai mbak, senang dirimu bisa berkunjung 🙂 yup, semoga orang-orang makin peka dengan masalah kesehatan yang mereka alami dan tidak ‘nggampangke’. baru sekarang merasakan nikmatnya makanan yang sehat 🙂

  • Saya juga sejak Maret 2015 di diagnosa kena GERD mbak dan sudah diendoskopi juga dan cukup bersyukur juga karena GERD saya jadi cek ke dokter jantung juga dan jadi tahu bahwa saya juga punya kelainan jantung bawaan berupa katup mitral jantung bocor sedikit (Mitral Valve Regurgitation).

    Saya sempat menuliskan pengalaman saya dengan GERD dan tips-tips cara saya coba untuk mengatasinya, semoga bisa bermanfaat http://www.andrayogi.com/hidup-sehat-dengan-asam-lambung-gerd/

    • memang kita harus selalu peduli dengan kesehatan kita, ya. Trims sudah berbagi pengalaman GERD semoga bermanfaat juga buat pembaca lainnya 🙂

  • Halo kak ,, senang bisa membaca tulisanmu.. Begitu renyah (hihihihi)
    Saya tertarik dan bikin pengen baca terus ^^
    Oiya tentang GERD sepertinya saya sempat mengalaminya waktu kos, apalagi pas berbarengan dengan Tamu bulanan…
    Rasanya lemes dan hamoir saja saya pingsan… Alhamdulillah sekarang sudah berangsur membaik, tapi tetep tergoda sama yang pedes – pedes. >,< hiks

    • Haloo Riris, makasih sudah menyempatkan mampir ya. Hihi.

      Soal GERD, sudah pernah periksa ke dokter? Karena beberapa penyakit pencernaan punya gejala yang hampir sama. Menurutku sih, sebaiknya berkunjung ke dokter agar dapat diagnosis dan penanganan yang tepat. Semoga ga kambuh-kambuh lagi ya 🙂

  • Mba maaf mau gabung ini saya sudah sampe ke tenggorokan apakah itu sudah parah??? Smlm saya sudah kedokter alhamdulillah pagi nya sudah membaik tapi apakah ini parah? Lidah saya tdk terasa pahit cm tenggorokan saya sajah smlm terasa panas smpe menjalar je daerah dada jika sendawa rasanya nyeri di dada..
    Mohon pencerahan apakah Gerd saya bisa ditidurkan seperti mba kinkin hehe

    • Halo, saya tidak bisa menjawab mas soalnya kondisi setiap orang berbeda-beda. Lebih baik konsultasi ke dokter saja ya dan terapkan pola makan yang sehat. Kalau saya sih, sementara kurangi daging-dagingan (entah kenapa perut lsg kerasa begah dan panas) dan perbanyak sayur, buah, air putih. Alhamdulillah lebih baik… Semoga lekas pulih ya mas 🙂

  • Kalau inget rasanya penyakit seribu wajah ini, ga kebayang kalau akhirnya saya bisa sembuh total. Gejala yang berganti-ganti dan berubah-ubah, sungguh sangat menguras energi, sekaligus mengasah kesabaran. wajah pucat karena kurang tidur, berat badan yang turun drastis kayak perosotan, serta heartburn yang senantiasa mengintimidasi adalah episode panjang ketidaknyamanan. diagnosa ini dan itu, serta harus mengkonsumsi ini dan itu, laksana judi yang tak berujung pangkal. lalu kecemasan pun beranak-pinak dengan penuh keleluasaan. dua tahun pertempuran yang sangat melelahkan namun sangat mencerahkan. selamat tinggal GERD, selamat datang kebahagiaan. buat rekan-rekan yang masih berjihad melawan GERD, tetap sabar dan semangat ya……..insyaallah bisa sembuh total, tanpa harus berpantang makan. buat yang punya blog moga cepat sembuh….

    • setau saya sih GERD gabisa sembuh total ya, ia hanya bisa ‘ditidurkan’. kalo kebiasaan hidup dan pola makan kita berantakan, bukan ngga mungkin dia akan nongol lagi hiks.

  • buat mbak kinkin mau tanya sekarang kondisi GERD ny bagaimana?
    saya malah baru kemarin kumbuh lagi gegara makan ayam bakar

    • alhamdulillah ngga pernah kambuh parah lagi, kalo cuma kembung trus sendawa mulu sudah biasa.. kalo lagi kambuh jangan makan yang aneh2 😀

  • mb kinkin punya pin bb atau wa?? kalao ada kalau boleh saya minta buat ngbrol panjang lebar soal masalh ini soalnya saya baru 3-4 kena, trimakasih

  • Saya juga penderita gerd dengan les longgar sejak tahun 2010 sering kambuh2an…dan alhamdulillah sekarang saya hamil…kehamilan trimester saya mual dan muntah…sekarang sedang trimester kedua juga masih mual dan muntah…ad yang punya pengalaman seperti saya? Mohon sharenya yah semuanya terima kasih banyak sebelumnya

    • halo mba, selamat ya atas kehamilannya! Saya juga lagi hamil masuk trisemester 2 juga 🙂
      kalo masalah mual muntah, bisa aja bukan dari riwayat GERD nya mbak. karena hormon wanita hamil yang meningkat terkadang bikin kondisi fisik dan psikis kita ngga stabil. ada yang hamilnya santai, ada yang sampai hampir melahirkan harus bedrest. Saya juga mual muntah, tetiba ngga doyan makanan tertentu, tapi ga mengalami sensasi heartburn khas GERD.. jadi saya anggap ini bagian dari proses kehamilan itu sendiri… saya perbanyak makan buah dan sayur mbak. juga kurangin daging, santan, pokoknya makanan yang juga harus diantisipasi oleh penderita GERD.. kopi teh juga stop dulu. semoga terus membaik ya 🙂

  • Makasih banyak mba atas jawabannya…justru sejak hamil saya mengalami heartburn terus…hiks hiks…pdahal makan cuma beberapa suap dan bukan makanan pantangan penderita gerd…

    • biasanya ketika hamil heartburn akan tambah parah mbak, karena ada beberapa kondisi yang menyebabkan pencernaan kita lebih sensitif. tetap jaga makan yaa, semoga membaik GERDnya 🙂

  • Saya bru aja terkena gerd
    Perut kembung..heartburn..sering sendawa..
    Saya coba mengubah menu makan saya
    Untung saya ktemu blog ibu kinkin..

  • Terima kasih.
    Saya kini merasa sesikit lega tahu di luar sana banyak saudara dan temab sependeritaan.
    Saran saya mba kinki bisa buat group wa untuk penderita gerd ini supaya ada tmpat berbagi dan saling support setiap saat.

Leave a Reply

%d bloggers like this: