Download: Kelana Laut Wallacea

Salam bahari!

Setelah dua bulan sejak kepulangan saya dari melakukan pelayaran bersama KRI Surabaya 591, banyak sekali hal-hal yang terjadi yang mengisi hari-hari tersebut. Hidup berubah. Banyak orang datang dan pergi. Ide membuat ebook tentang pelayaran pun terbengkalai cukup lama.

Perbolehkan saya bercerita sedikit saja.
Salah satu janji saya saat melakukan seleksi Kapal Pemuda Nusantara awal Juni lalu adalah membuat ebook tentang pelayaran. Hanya itu yang dapat saya lakukan sebagai bentuk bakti saya terhadap program berbiaya mahal ini. Selama ini belum ada bentuk dokumentasi komperehensif yang dibuat baik oleh peserta atau oleh penyelenggara sehingga program yang telah berjalan selama sembilan tahun ini tak terdengar gaungnya.

Saya sangat menyadari bahwa program ini dibiayai oleh uang dari masyarakat Indonesia. Semua fasilitas dan privilege yang didapatkan selama berlayar adalah hutang bagi saya untuk mampu mengembalikannya dalam bentuk lain suatu saat nanti. Saya menyadari, saya tidak seperti teman-teman peserta lain yang mampu eksis di berbagai tempat, menjadi duta, menjadi penggerak, dan memiliki seabrek program yang tujuannya baik: memajukan dunia bahari Indonesia.

Saya punya misi yang lain. Mengenalkan dunia bahari Indonesia dengan tulisan dan foto-foto. Berusaha menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa kita punya lautan luas penuh potensi yang siap dikembangkan, tapi di sisi lain juga sangat rawan salah urus atau dirusak oleh pemiliknya sendiri. Akhirnya bersama dengan Rifian Ernando sesama delegasi KPN DIY, kami merangkumnya dalam sebuah ebook yang kami beri nama Kelana Laut Wallacea: Catatan Perjalanan 30 Hari Menyusuri Lautan Indonesia dengan KRI Surabaya 591. Mulai dari tulisan, foto, layout, dan gambar peta semuanya kami garap sendiri. Ah iya, terima kasih banyak untuk teman-teman kami Hikmah Cut (kontributor Diver’s Note) dan tim Dokumentasi LNRPB-KPN, Retno Nuraini, serta Fajar atas sumbangan foto-fotonya yang memperkaya ebook ini.

Kami sadar bahwa pengalaman ini tidak dapat dirasakan semua orang. Pun tidak semua orang punya kemauan atau waktu untuk hidup selama satu bulan di sebuah kapal perang dan selama berhari-hari hanya melihat biru lautan. Kami pun sadar bahwa kami memiliki hutang moral kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memberangkatkan kami menyusuri lautan Indonesia ini dengan uang pajak yang mereka bayarkan. Ebook ini tidak menawarkan cerita tentang keindahan negeri kita seperti yang banyak terekspos di majalah traveling atau di berbagai social media. Ebook ini menawarkan sebuah realita yang mungkin tidak disadari oleh sebagian besar dari kita. Ebook ini menawarkan sebuah renungan, sudahkah kita menjadi bangsa maritim yang cinta lautnya?

Wow, saya terlalu banyak bicara. Langsung saja, jika teman-teman punya waktu, silakan mampir ke link di bawah ini untuk mendownload:
Kelana Laut Wallacea_ziddu
atau baca secara online di sini
Kelana Laut Wallacea_scribd

Ebook ini masih jauh dari sempurna. Kami sangat terbuka dan berharap atas saran dan kritik teman-teman sekalian. Siapa tahu, akan ada ebook-ebook Kelana selanjutnya 🙂

Salam hangat dari kami,
Kinkin – Edo

 

41 Replies to “Download: Kelana Laut Wallacea”

  1. Nunut komen ya. 😀

    Ebooknya bagus banget. Isinya inspiratif. Saya selalu kagum sama orang-orang yang tidak melewatkan saat-saat berharga dalam hidup (misal perjalanan, peristiwa penting, foto, impian, dll) dengan menulisnya. :D.

    Keep writing, semoga perjalanan2 berikutnya tidak kalah inspiratif dan sama menyenangkannya. 😀

  2. Kin, ini keren banget! 🙂 Yang tentang terumbu karang itu, waktu aku ke Kep. Derawan kemarin juga miris liat terumbu2 karangnya yg rusak, klo di kasusku sih krn nelayan ngebom pakai dinamit, skrg sudah dilarang krn udah jadi daerah wisata.

    Kamu 2011 pernah ke Morotai ya? Transportnya gmn? Ada liputannya ga yg Morotai doang? Tertarik nih 😀

    1. vanny! makasih yaa udah mau sempetin baca 🙂

      iya, derawan setauku sempat rusak gitu tapi skrg mulai diperhatiin lagi konservasinya..

      sudah pernah nulis beberapa kali, tapi ga nulis ttg transportasinya je, kalo kamu mau tahu kuemailin aja 🙂

  3. Kin, ini keren banget! 🙂 Yang tentang terumbu karang itu, waktu aku ke Kep. Derawan kemarin juga miris liat terumbu2 karangnya yg rusak, klo di kasusku sih krn nelayan ngebom pakai dinamit, skrg sudah dilarang krn udah jadi daerah wisata.

    Kamu 2011 pernah ke Morotai ya? Transportnya gmn? Ada liputannya ga yg Morotai doang? Tertarik nih 😀

    1. vanny! makasih yaa udah mau sempetin baca 🙂

      iya, derawan setauku sempat rusak gitu tapi skrg mulai diperhatiin lagi konservasinya..

      sudah pernah nulis beberapa kali, tapi ga nulis ttg transportasinya je, kalo kamu mau tahu kuemailin aja 🙂

  4. Baru tau…hehe telat banget ya. Aku cuma bisa nulis di blog tapi ga lengkap. Yang ini lebih bagus, keren kinchan… btw kami mau reunian lagi di 591 dengan sail raja ampat, mudah2an bisa komplit bikin ebook kayak gini ya, proud of you kinchan dan edo

    1. Hijraah. Baru mampir sekarang, hehe tapi daripada tidak sama sekali :p Insya allah bisa bikin yang lebih bagus dari ini, ditunggu ya karyanya! Sail Raja Ampat must be moooore amazing 😀

  5. Baru tau…hehe telat banget ya. Aku cuma bisa nulis di blog tapi ga lengkap. Yang ini lebih bagus, keren kinchan… btw kami mau reunian lagi di 591 dengan sail raja ampat, mudah2an bisa komplit bikin ebook kayak gini ya, proud of you kinchan dan edo

    1. Hijraah. Baru mampir sekarang, hehe tapi daripada tidak sama sekali :p Insya allah bisa bikin yang lebih bagus dari ini, ditunggu ya karyanya! Sail Raja Ampat must be moooore amazing 😀

Leave a Reply