Mendamba Taman Kota

 

Mobil yang kami kendarai bergerak cepat menyusuri jalanan Singapura yang cukup padat sore itu. Pak Dean, driver kami, mengajak kami menuju salah satu destinasi wisata masyarakat lokal yang konon sangat terkenal. Sebelumnya kami sempat bingung dimana akan menghabiskan sore sebelum berlanjut ke acara malam hari. Dan ya, tidak banyak yang dilakukan di Singapura jika kita tidak berminat shopping atau sightseeing.

Dengan cekatan Pak Dean menembus jalanan Singapura yang nampak begitu menyenangkan: ruas jalan yang lebar dan dihiasi pohon-pohon rindang dan trotoar yang sangat bagus. Sore belumlah memerah ketika kami tiba di sebuah public area yang begitu saya impikan ada di Indonesia: East Coast Park. East Coast Park adalah sebuah taman kota terpadu yang menawarkan beragam aktivitas menarik yang begitu dekat dengan pusat kota. Ini bukan kali pertama kunjungan saya ke negeri singa, tetapi baru kali ini saya tahu ada taman kota sebagus ini!

Tak henti saya mengeluarkan decak kagum saat kami mulai berjalan menuju area jogging track yang berbatasan langsung dengan pantai. Pohon-pohong besar yang cantik menaungi seluruh kawasan taman kota, sesekali diselingi dengan tanaman perdu dan danau-danau kecil yang menyejukkan. Sore itu cukup ramai, jalur sepeda senantiasa dipenuhi oleh warga dan turis yang menikmati taman sambil berolahraga. Mereka yang tidak punya sepeda tidak perlu khawatir karena penyewaan menawarkan sepeda-sepeda berkualitas baik yang bisa digunakan berkeliling taman.

pohon-pohon cantik yang asri di sepanjang jalur sepeda
bersepeda merupakan salah satu aktivitas favorit warga
 juga bisa menyewa kereta kayuh versi tanpa lampu-lampu ala Alkid
langsung menghadap pelabuhan

Di kejauhan kami dapat melihat kapal-kapal raksasa yang bongkar muat barang di pelabuhan. Nampak warga bersantai di area pantai dengan menggelar tikar atau sekedar duduk di kursi-kursi yang telah disediakan. Tidak ada penjaja makanan atau penjual jasa lain yang berseliweran seperti yang lazim terjadi di Indonesia. Tidak ada sampah, vandalisme, pun fasilitas umum yang rusak karena tidak dirawat oleh pengelola. Semuanya nampak sempurna dan mampu membuat otak saya yang agak panas kembali dingin dan saya pun merasa begitu relaks.

getaway destination keluarga
yang lagi galau bisa jalan-jalan di pantai

Saya hanya dapat membayangkan konsep public area yang sama diterapkan di Indonesia. Sejenak saya tersenyum kecut, jika saja konsep seperti ini dilaksanakan di sini, apa iya kemudian masyarakat bisa ikut menjaga dan merawatnya? East Coast Park nampak begitu nyaman karena para penggunanya tetap disiplin dan patuh terhadap peraturan sehingga taman senantiasa terjaga dengan baik. Semuanya berjalan teratur dan masing-masing individu saling menghargai sesamanya. Pikiran saya langsung menerawang, pasti menyenangkan sekali punya taman kota yang cantik dan teratur seperti ini. Saat butuh inspirasi, butuh sendiri, berlibur tanpa memakan banyak waktu, saya cukup datang ke taman kota dan pulang dengan pikiran yang jauh lebih segar.

“Apa kesan pertama kamu saat melihat tempat ini? Ada nggak yang bikin kamu merasa sakit hati?” tiba-tiba Bapak bertanya.

Cukup lama kami bermain tebak-tebakan hingga akhirnya saya paham apa yang dimaksud oleh Bapak.

“Pasirnya!”

Bapak mengangguk perlahan. “Kamu tahu, saat saya sering kesini dulu, pantai hanya sampai kursi itu (sambil menunjuk kursi yang terletak 20 meter di depan kami) tapi sekarang, sudah jauh kesana. Semua pasir ini, pasir putih yang cantik ini, dibawa dari Indonesia.”

sejenak beliau menghela napas.

“Ini pasir Indonesia, mbak. Indonesia yang punya pantai berpasir putih 1000 persen lebih cantik dari ini.”

 

6 thoughts on “Mendamba Taman Kota

Leave a Reply

%d bloggers like this: