Pengalaman Gurdo Mengikuti Trust By Danone 2011

Tidak terasa, sudah hampir satu tahun sejak saya dan empat orang teman saya, yang tergabung dalam tim GURDO, mengikuti business game bikinan Danone : Danone Trust 2011. Sebuah event internasional yang sebelumnya tidak diduga-duga, kami bisa ikut serta di dalamnya. Memang pada akhirnya kami tidak dapat lanjut ke Country Final Round, tapi saya pribadi sangat puas sudah bisa berada di tahap Trust Day.

Saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman kami ikut Danone Trust Day, semoga bisa jadi tambahan info buat teman-teman yang berencana ikut Danone Trust 2012.

Kami berkumpul dan membuat tim sekitar 4 hari sebelum deadline pengumpulan CV. Last minute people, yeah. Saya, Ian Prasetyo, Danang Satriaji, Masagung Suksmonohadi, dan Tya Hafsha. Keempat orang pertama berasal dari FEB UGM dan si wanita berasal dari Psikologi UGM. Begitu deal mengenai pembentukan tim, kemudian kami melakukan pembagian tugas. Suke didaulat menjadi CEO, saya menjadi CFO, Tya menjadi HR, sementara sempat terjadi rebutan antara Danang dan Ian. Akhirnya Ian memegang jabatan Marketing dan Danang sebagai Operating Officer. Sempat merasa minder juga melihat tim-tim lain yang notabene huebat-huebat dengan segudang prestasi akademis. Tapi kami tetap pede aja dong. Hahaha. Pemilihan nama untuk tim inipun melewati proses yang panjang. Kamu mendaftarkan nama Mahameru di website Trust by Danone pada pukul 8 malam alias 1 jam sebelum deadline pendaftaran via website, dan ternyata sudah ada yang pakai! Kami langsung galau karena gapunya nama cadangan. Kami sempat putus asa dan kepikiran pakai nama ‘xoxo’ hahaha ngakak pol kalo diinget sekarang. Terus jam 10 malam tiba-tiba wifi kampus mati! Kami keliling dan berhenti di Cokelat untuk cari wifi. Cokelat ternyata sudah last order, dan kami tetap maksa nebeng wifi disana. Entah akhirnya nama gurdo itu yang keluar, dan kami juga harus memikirkan filosofi nama tersebut sebaik mungkin.

Setelah CV dibuat dengan sistem kerja paksa *saya yang dipaksa hahaha* selama hampir dua hari, ditambah sesi foto spesial di nol kilometer pukul 12 malam tepat dibantu Haryo, akhirnya pada hari pengumpulan terakhi pukul 12 malam kurang (batas waktu pengumpulan pukul 12) kami justru mengalami kesulitan meresize CV yang versi pdf nya segede gaban! Agak pasrah, akhirnya CV berukuran 24 MB itu kami kirim ke email Campus Manager. Muka-muka capek di Dunkin dan menunggu balasan, saat itu pula saya menemukan cara mengecilkan ukuran pdf! Akhirnya pukul satu malam kami mendapatkan balasan menyuruh kami mengecilkan pdf dan kami kirim file resize dengan hati deg-degan.

*tips: CV merupakan salah satu hal yang dinilai pertama kali oleh campus manager. Kalau mau CV kalian dibaca dengan seksama, silakan dibuat dengan semenarik mungkin ya!


Tiga hari kemudian, kami dipanggil untuk tahap wawancara. Kami bingung mau pake baju apa, akhirnya pake baju yang sama dengan saat sesi foto! Hahaha gak ada rapi-rapinya blas. Kami juga dapat giliran pertama, itupun Tya sempat terlambat karena kuliah. Hebaaaat… Hahaha. Sesi wawancara dilakukan dalam bahasa inggris oleh campus manager dan berjalan sekitar satu jam. Jujur, saya minder pol melakukan wawancara dalam bahasa inggris. Apa yang kita pikirkan belum tentu terucap dengan baik dan itu bikin stress! Tapi untunglah campus manager kami orangnya santai dan ga galak, kami pun bisa melewati sesi wawancara. Inget banget, waktu itu di mobil Danang kami semua diam ga mau ngomong sepulang wawancara… hahahaha.

Beberapa hari kemudian saya mendapat sms dari Suke kalau ternyata kami lolos tahap wawancara dan menjadi satu dari tiga tim UGM yang akan mewakili UGM di Jakarta! Kami bahagia bukan main. FYI, tiga tim tersebut sebanyak 90% anggota timnya berasal dari FEB UGM.

*tips: memilih anggota tim adalah hal yang sangat sangat penting. Ini bukan hanya masalah anggota tim yang harus pintar, tapi jika ingin melewati tahap wawancara, pastikan tim kalian terdiri dari anggota yang semuanya dapat muncul dan unik di bidangnya masing-masing. Tidak ada satu dua orang yang terlalu pintar dan mendominasi sehingga yang lain terkesan tenggelam. Saat itu campus manager kami mengatakan bahwa tim saya orang-orangnya punya ‘bentuk’ yang berbeda dan semuanya menonjol, tidak ada yang dominan dan itu membuatnya tertarik. Oh iya, jangan lupa belajar dikit-dikit tentang Danone dan unit bisnisnya. Masalah pengalaman dan kepandaian sepertinya bisa dituliskan di CV, nah yang harus dilakukan saat wawancara adalah membuat si campus manager tertarik dengan kepribadian dan keunikan tim kalian 🙂

Untuk cerita saat Trust Day, akan saya ceritakan lain waktu. Buat kalian yang ingin mendaftar, goodluck! Persiapkan semuanya sebaik mungkin. Kalau perlu, belajar tentang financial, marketing, HR dll itu sejak sekarang biar kalau ternyata kalian lolos ke Trust Day, kalian nggak kaget! Bersambung dulu yaaa 🙂

1 thought on “Pengalaman Gurdo Mengikuti Trust By Danone 2011

Leave a Reply

%d bloggers like this: