hotel oh hostel oh guesthouse

Saya ingin sedikit mereview tentang penginapan kami selama backpackeran di luar negeri. Saya pada awalnya sangat excited bisa tinggal di hostel karena membaca tulisan tulisan mba trinity yang mengatakan betapa kita bisa bersosialisasi dengan sesama backpacker. Rasanya pasti menyenangkan.

Tapi tidak selamanya selalu sama, ada suka duka berbagi privasi dengan banyak orang. Seperti,bagaimana jika ‘ditampung’ di Chiang Mai bersama para bule, menjadi tersangka suspect flu babi saat di Chiang Rai, dan bertemu teman senegara saat di Malaysia.

Chiang Rai, 12-13 Juli 2009

Baan Rub Aroon, adalah nama hostel yang kami tinggali selama di Chiang Rai. Dengan rate 300an baht per orang, kami bisa menikmati guesthouse nyaman yang begitu homy. Sebuah rumah beraksitektur khas kolonial dengan dominasi cat putih dan lantai kayu yang berderak, menimbulkan perasaan tenang dan… mistis. Iya. Mistis. Bagaimana tidak, saat pagi hari hujan dimana kami asyik bersantai di ruang tengah, si G tiba-tiba keluar kamar sambil tertawa-tawa sendiri, dan mengatakan ” Ngerti ra ngopo aku tangi? Aku bar tindihen.” Ditambah lagi dengan cerita si Pak Teman Ibu Pemilik Hostel, yang bilang saat dia masih sekolah rumah itu sudah ada walaupun sudah mengalami sedikit perubahan. Yah, paling tidak umurnya sama dengan si bapak.
Habis itu saya lebih milih menahan pipis sampai kami tiba di terminal.

kamar baan rub aroon. diambil dari web nya, tapi sama seperti aslinya.

sudut-sudut ruang Baan Rub Aroon

Kasurnya empuk bukan main, dengan ruangan yang lapang dan suasana begitu damai. Baan Rub menyediakan penyewaan sepeda dengan harga 150 baht sepuasnya, dan jumlahnya pas 5 sepeda. Jadilah sisa sore kami habiskan dengan berputar sekeliling kompleks, menikmati udara senja yang adem bener.

Malamnya, seperti biasa, saya dan Ian ngendon di depan komputer, sementara Gelgel dan Mas Sidik sudah tertidur duluan(

19 thoughts on “hotel oh hostel oh guesthouse

Leave a Reply

%d bloggers like this: