10 things to do in thailand!

Rupanya saya terlalu malas untuk membuat posting khusus tentang satu tempat, karena memang tidak banyak yang bisa diceritakan. Yang seru adalah perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, berpindah pindah, dan menyusuri Thailand. Saya iri dengan postingan Mas Nabun tentang Bali yang begitu detail atau posting Wana tentang Surabaya yang udah kayak time organizer, dia apal sampe ke menit-menitnya. Hehehe. Jadi saya membuat posting yang agak berbeda sajalah, dan semoga Gel-gel atau Ian atau Koplak membuat posting yang lebih detil dan lebih rapi dari saya, hihihi.

10 Things To Do in Thailand

Mengunjungi Wat / Temple di seantero Thailand.



Salah satu tempat yang harus dikunjungi adalah Grand Palace di Bangkok. Grand Palace adalah sebuah kompleks istana yang baru saja direhab. Jika anda datang kesana pada siang hari, anda harus memicingkan mata terus-menerus saking menyilaukannya warna-warna car dan ornamen candi.
Oh iya, di tempat-tempat sakral tertentu, kita diharuskan masuk dengan baju sopan, tidak terbuka lebar di bagian bahu (misal, tanktop) dan tidak bercelana pendek. Tenang, di sana ada jasa peminjaman baju dan celana yang ketika sedang ramai, jangan kaget kalau anda dapat pinjaman bekas bule yang di bagian tali perutnya masih basah.. wakakakakka *tunjuk Gelgel

Mempelajari logat English penduduk Thailand.
Jangan harap dengan kemampuan bahasa Inggris anda yang tokcer, anda sudah bisa menguasai Thailand. Jika bukan guide tour atau pemilik hostel, sebut saja misalnya penjaga Seven Eleven, maka akan mempunyai logat berbahasa Inggris yang lebih hancur dari Singlish. Mereka suka menghilangkan huruf tertentu dan menggantinya dengan huruf lain. Misalkan, ‘sugar’ jadi ‘tukka’, ‘miracle’ jadi ‘miraken’, ‘finish’ jadi ‘finit’, ‘refill’ jadi ‘reppi’. Oh iya, jika anda mengucapkannya dengan logat Inggris yang benar, mereka belum tentu akan mengerti loh. Di Thailand saya malah paling banyak memakai bahasa tarzan sampai akhirnya kami sama-sama paham apa yang dimaksudkan. Jangan sampai anda bilang A mereka tafsir G, bisa berabe nantinya. Bagus juga jika kita belajar bahasa Thai sedikit saja, sekedar bahasa sehari-hari semacam khap phun kha (terimakasih), sawatdeeka (apa kabar?), dll. Mereka pasti tersenyum melihat kita kesulitan mengucapkannya.

Membeli baju di Pratunam Plaza. Pratunam dikenal sebagai surganya grosiran. Biasanya banyak loh orang Indonesia yang grosiran baju langsung dari sini buat butik mereka di Indonesia. Bisa dicoba hitung, untuk pembelian 3 dress lucu saja hanya habis 300an baht. Kalo di Indonesia dijual saja sudah bisa 100 ribuan per potongnya. Ehm.. saya jadi berpikiran punya bisnis jualan baju dari Thailand, wkwkwk.
Mencoba naik boat yang mempunyai rute melewati kanal-kanal di kota Bangkok.

Wuh.. sensasinya mak. Baru pertama kali ini saya naik boat yang bikin mau muntah gara-gara suaranya, Kami salah pilih seat, di belakang mesin. Walhasil selama perjalanan kami cuma bisa tutup telinga saking bisingnya. Oh iya, seru lagi kalau duduk di paling pinggir. Begitu akan berpapasan dengan boat lain, harus siap-siap angkat plastik terpal yang sudah tersedia untuk menutupi badan kita, biar enggak kecipratan. Kecuali anda memang anak gunung yang suka main air. Kalau saya, engga deh.. kecipratan air sungai yang bau nya kayak Code…

Minum cha yen, milk tea nya Thailand.
Sebenernya, kalau di Thailand anda pesan tea saja dikasihnya cha yen loh. Jadi mungkin memang teh nya Thailand itu pake susu. Tapi inilah milk tea pertama yang saya coba lebih enak dari Tong Ji. Selain dikasi susu cair, dikasi lagi susu kental manis. Jadi gurihnya dua kali deh. Dan teh khas Thailand yang berwarna orange juga saya suka banget rasanya. Ngga kehitung udah berapa gelas milk tea yang saya beli disana. Uh.. love it.

Jika anda ‘terjebak’ di Pattaya and nothing to do, ada baiknya mencoba menonton Tiffany Show, semacam kabaret banci Thailand.
Eits, tapi anda engga bakal menemukan kabaret banci-banci bermuka Tata Dado dengan bulu ayam berwarna-warni dimana-mana dan stocking asal pake lalu bernyanyi berputar-putar ga tentu arah. Banci Thailand terkenal cantek-cantek dan badannya buagus-buagus. Dan itu benar! Saat menonton Tiffany Show, saya hanya bisa melongo, kok bisa orang-orang yang sebelumnya kaum adam ini mengubah penampilan mereka 180 derajat, menjadi seorang wanita berparas ayu, putih, cantik, langsing, dan tidak berkelakuan layaknya banci (lhoh?) Mungkin satu-satunya yang bikin mereka bakal keliatan bancinya adalah suaranya yang dibuat-buat dan malah jadi nggilani hahaha. Oh iya, Tiffany Show ini sebenarnya.. ehm.. norak. Baju mereka oh wow banget, nyanyi lagu yang ga saya tau secara lipsync, tap ada satu yang saya suka, saat sesi tari-tarian India. Mereka benar-benar menari dengan sangat luwes, yah.. saya merasa 500 baht saya tidak habis dengan sia-sia.. Hehehe.

Berbelanja di Catuchak Weekend Market.
Catuchak Market adalah pasar terbuka terbesar di Thailand. Sampai ada petanya loh saking besarnya. Terbagi dalam beberapa section, seperti makanan, pakaian, barang kebutuhan rumah tangga, souvenir, second shop, dan banyak lagi. Pasar ini terkenal murah dan sangat lengkap. Jangan harap bisa keluar dari pintu yang sama, bahkan kalau anda mengingat nomor kiosnya. Pasar ini begitu menggoda untuk dijelajahi dari ujung ke ujungnya, berharap mendapatkan harta karun di salah satu pojok. Sayangnya saat itu kami berlima, dan bertekad tidak akan saling ninggal, jadilah saya tidak bisa tiba-tiba berlari ke arah lain gara-gara lihat sandal lucu… Oh iya, seperti pasar tradisional lainnya, jangan lupa menawar! Dan sebagai orang asing ( iya, kan, paling tidak kita beda pulau.. hehehe) tidak perlu bertanya panjang lebar. Cukup “How Much?” dan mereka akan langsung menjawabnya kok. Eh, tapi kadang-kadang mereka kesulitan menjawab harganya dalam bahasa inggris, jadi mereka akan mengetikkannya di kalkulator, menggunakan isyarat jari tangan, bahkan berpura-pura menuliskannya di udara seperti yang saya alami saat membeli Lays rasa Extreme.

Mencontreng di KBRI Bangkok.
Lifetime experience deh pokoknya. Apalagi buat saya, ini benar-benar pertama kali pengalaman mencontreng karena saat pemilu legislatif saya engga kedaftar jadi pemilih. Mudah lo prosedur pendaftaran menjadi pemilih di sana. Walaupun kita engga ada dalam DPT, kita bisa langsung mencontreng. Cukup paspor dan beberapa kali menuliskan identitas diri, taraa.. kartu pemilih sudah di tangan. Dan lima menit kemudian kelingking kami sudah ternoda tinta hitam yang buat saya, sangat keren. Hahahaha

Bertemu mahasiswa indonesia yang tengah belajar di Thailand
Nah… selepas mencontreng di KBRI kami kebingungan mau kemana. Akhirnya sok tahu turun ke pier buat canal boat. Ngendon kebingungan disana, lalu ada seorang wanita berjilbab datang bersama temannya. Dia sedang menelpon, dan kami kenal logat itu!! Hahaha. Kami langsung ngeh kalo dia orang Indonesia. Sambil berbisik-bisik, kami menunggu dia selesai menelpon. Setelah itu dengan pedenya kami samperin dia dan dia sama kagetnya dengan kami yang dikira orang Malaysia. Si mbak yang kemudian diketahui namanya Yaya itu, mengajak kami bergabung dengan teman-teman ‘multinasional’ nya (teman di kampusnya) dan rombongan kami pun membengkak jumlahnya menjadi tigabelasan orang. Waw. Saat itu kami punya tujuan buffet di Ramkamheng, tapi sampai sana tutup. Akhirnya kami malah jelajah mall ke mall mencari makanan dan berakhir di KFC! Oh mai god.. hahaha. Soalnya kata Mba Yaya di sana resto fast food yang pasti halal cuma KFC. Tapi menyenangkan lo berjalan-jalan dengan teman baru, dari negara yang sama lagi. Biasanya kami punya opini yang sama tentang sesuatu hal, dan kalau mahasiswa itu, biasanya punya wawasan ‘mblusuk kampung’ yang lebih luas daripada orang-orang yang sudah kerja. Hehehe. Belakangan saya baru tahu kalau Mba Yaya sudah menikah gara-gara saya kira Mba Yaya berpacaran dengan salah satu anggota rombongan. Hahaha. Malunya saya…

Berkeliling Chiang Rai naik sepeda.

Seperti surga rasanya, karena di Chiang Rai cukup sepi kendaraan, dengan jalannya yang besar-besar. Kami hanya sempat ke tempat-tempat di dalam kota, dan tentu saja supermarket, tetapi itu saja sudah menyenangkan. Ditambah pegunungan di kanan kiri, pohon pohon menghijau di pinggir jalan, dan warna langit senja yang jingga berlapis putih awan,, sooo romantic. Hahaha.

Uh..sedihnya. Saya tidak bisa memenuhi postingan saya kali ini dengan foto-foto.. 🙁
Tunggu CF saya terselamatkan, dan saya akan melengkapinya sekaligus menambah dengan 10 things no to do in thailand! hehehe.
Catch ya later!

11 thoughts on “10 things to do in thailand!

Leave a Reply

%d bloggers like this: