JOURNAL KINCHAN

setelah ini, kemana lagi kakimu melangkah?

Tentang Hubungan Jarak Jauh

Halo semua! Ampun deh saya ini, dilihat-lihat postingan terakhir sudah awal tahun 2017 itupun late post tentang nikahan :))) Mana sudah ngga ada posting tentang traveling atau nggerus yang manis-manis, lama-lama saya akan keseringan curhat deh di sini. Itupun kalau sempat, hahaha. Karena sekarang sudah ada makhluk kecil yang nemplok kemana mana – kecuali pas Read more about Tentang Hubungan Jarak Jauh[…]

#KinkinEdoRabi Part III : Soal Wedding Venue, Tabah Sampai Akhir! (+ Review Sambi Resort)

“Kamu yakin mau di outdoor venue-nya?” Pertanyaan tersebut selalu menemani tiap percakapan soal pernikahan antara saya dan keluarga. Yup, baru kali ini di keluarga besar kami dimana venue pernikahan di luar ruangan dan tanpa tenda. Dan saya juga selalu #tabahsampaiakhir meminta restu dan menjelaskan baik buruknya venue outdoor kepada mereka. Maklum saja, selama ini tentu Read more about #KinkinEdoRabi Part III : Soal Wedding Venue, Tabah Sampai Akhir! (+ Review Sambi Resort)[…]

Honeymoon at Royal Pita Maha Resort, Bali

    Ceritanya masih belum bisa move on dari cantiknya Royal Pita Maha Resort di Ubud, Bali sebagai destinasi honeymoon kami. Pada awalnya pingin banget backpacking ke Indonesia Timur, tapi ternyata energi udah abis buat persiapan pernikahan dan pingin leyeh-leyeh manja aja sambil menikmati cuti nikah :)) Backpacking-nya lain kali aja lah, nunggu ada rezeki Read more about Honeymoon at Royal Pita Maha Resort, Bali[…]

#KinkinEdoRabi Bagian II : Desain Sendiri Undangan Pernikahan, Mengapa Tidak?

kinkin300small

 

Seperti pernah saya ceritakan di posting sebelumnya, salah satu printilan dalam pernikahan yang ingin saya siapkan sendiri adalah undangan pernikahan. Pada dasarnya saya suka bikin repot diri sendiri, sih. Jumlah undangan saya tidak banyak sehingga saya putuskan untuk menyampaikan kabar pernikahan saya melalui undangan fisik. Tidak dipungkiri kemudahan teknologi tentu bisa dimanfaatkan, beberapa undangan yang tidak dapat saya temui langsung atau kesulitan untuk dikirimi via pos, akhirnya saya kirimi undangan online juga, hehehe.

Karena sudah punya beberapa pengalaman di bidang desain dan cetak mencetak, saya pede aja gitu untuk mendesain dan mengurus undangan pernikahan tersebut ke percetakan. Saya sempat membandingkan cost yang dikeluarkan untuk desain yang saya inginkan, antara mengurus sendiri dengan menyerahkan semuanya ke percetakan. Perbedaan cost nya bisa 30-an%. Lumayan kaan kalau dikalikan jumlah undangan, hehehe. Ya kalau waktu kalian banyak ngga masalah untuk membuat undangan sendiri, tetapi kalau kerjaan lembur terus dan weekend hanya bisa gegoleran di tempat tidur, menyerahkannya ke percetakan kayaknya bisa jadi pilihan yang tepat.

[…]

#KinkinEdoRabi Bagian I: 101 Persiapan

Halo! Ini saya sebenarnya bingung menuliskan #KinkinEdoRabi mulai dari mana, karena acaranya sendiri sudah hampir tiga bulan yang lalu. Oke, agak geli-geli gitu ya hashtagnya, tapi ini saya pake beneran saat nikah :)) Secara pribadi saya memang sudah lama ingin menuliskannya dalam beberapa posting berseri sebagai usaha untuk mengenang salah satu memori paling berkesan sepanjang hidup. Walau acaranya sudah kelewat Read more about #KinkinEdoRabi Bagian I: 101 Persiapan[…]

Hai dan Maaf!

  Hai dan Maaf. Dua kata itu nampaknya paling tepat untuk memulai post kali ini. Enam bulan? Yaaaa, nyaris enam bulan lamanya saya tidak menulis di blog ini, bahkan menyapa teman-teman pun tidak 🙁 Saya memohon maaf karena kemalasan ke-hectic-an pada bulan-bulan yang lalu menumpulkan keinginan saya untuk membuat barang satu-dua post saja. Alhamdulillah, akhirnya saya Read more about Hai dan Maaf![…]

Wajah Bawean dalam Sebuah Jamuan Makan

  “Be’na tak ngakan? Eshon la mare masak cukok,” seorang wanita tua yang belakangan kusebut Emak, mengajakku makan. Saat itu aku tengah duduk di teras rumah Emak memperhatikan hamparan padi menguning di kejauhan. Buppak yang telah siap makan sedari tadi, ikut memanggil dari dapur. Menu kami siang itu sebagaimana makanan penduduk di gemunung Bawean pada Read more about Wajah Bawean dalam Sebuah Jamuan Makan[…]

A Quick Update 2016

Awal Januari lalu, saya punya satu lagi lompatan besar dalam hidup. Mas pacar membawa keluarganya ke rumah untuk menyampaikan keinginannya melamar saya. Kami sudah saling mengenal keluarga pasangan, sayangnya orang tua kami belum pernah bertemu. Perasaan saya degdegan saat keluarganya datang ke rumah dan disambut oleh keluarga saya… Almarhum Bapak diwakili oleh Eyang dan Om dari Read more about A Quick Update 2016[…]

Pengalaman Saya Memperpanjang Paspor di Kanim I Jakarta Selatan

Sudah sejak medio 2014 lalu paspor saya kadaluarsa. Kalau saja tahun 2009 saya tidak nekat pelesir ke negara tetangga, mungkin hingga kini saya belum punya paspor. Padahal dalam kurun waktu lima tahun paspor tersebut aktif, saya jarang ke luar negeri, hehe. Karena itulah rasanya keinginan memperpanjang paspor kembali terasa berat untuk dilakukan. Apalagi sekarang saya berdomisili di Jakarta sementara KTP saya masih asli Yogyakarta.

Eh rupanya, memperpanjang paspor tak harus di Kantor Imigrasi tempat saya berasal. Saya dapat memperpanjang paspor di tempat saya berdomisili sekarang, Jakarta Selatan. Oh iya, sebenarnya istilah ‘memperpanjang paspor’ itu tidak ada, karena syarat dan prosedurnya sama dengan pembuatan paspor baru. Baru saja hari Selasa (05/01) saya membuat paspor di Kanim Kelas I Jakarta Selatan di Warung Buncit, jadi tak ada salahnya berbagi pengalaman membuat/memperpanjang paspor dengan teman-teman. Kemarin saya mengumpulkan tekad dan niat juga gegara membaca prosedur pembuatan paspor yang jauh lebih mudah daripada zaman baheula :p

Selama masa mengumpulkan tekad saya diliputi banyak kecemasan: Saya lupa ngga bawa akta kelahiran, bisa diganti ijazah ga ya? Duh nanti ditolak ngga ya karena ngga pakai KTP Jakarta? Harus pakai surat keterangan domisili ngga ya? Harus pakai surat keterangan PNS kah? Dan lain-lain.

Saya membuat paspor secara online, dimana total kedatangan saya hanya dua kali saja. Jika membuat paspor walk-in kedatangan total tiga kali: memasukkan berkas, melakukan foto dan wawancara, serta mengambil paspor. Pada prosedur online, tahap pertama bisa dipangkas. Males juga sih ngantri tiga kali di antara banyaknya pembuat paspor. Jakarta gitu loh…

[…]

Apa Kabar GERD-mu?

“Kinkin, gimana kabar GERD-mu?” seorang teman yang lama tak kontak dengan saya, tetiba mengirim pesan singkat sore itu.

Mengetahui ada orang yang nampak paham apa itu GERD, seketika saya surprised. Selama ini setiap bercerita tentang penyakit saya pada teman-teman ketika keluhan itu datang, mereka hanya mengakhirinya dengan kata ‘oooo’. Bingung juga harus bereaksi apa, karena nama penyakit itu bahkan belum pernah mereka dengar sebelumnya.

Usut punya usut, dia membaca salah satu posting di blog saya. Dan yang lebih mengejutkan lagi, dia memiliki gejala dan keluhan yang sama. Aha! Seketika kami sama-sama nyambung, setelah sekian lama tidak berinteraksi. Rupanya ia mengalami gejala GERD dengan tingkatan yang lebih buruk dari saya hingga suatu hari harus dibawa ke UGD. So sorry for you, bro…

Tapi di sisi lain, saya tidak merasa sendirian. Bahkan terkadang kami sering membuat guyonan tentang penyakit ini, yang hanya bisa ditertawakan oleh diri kami sendiri.

***

Beberapa surel sempat masuk ke email saya, banyak diantaranya yang menanyakan perihal penyakit GERD dan bagaimana penanganannya yang tepat. Karena saya anaknya pelupa (dan malesan), beberapa surel tersebut tidak terbalas. Jadi saya rasa tidak ada ruginya membuat update singkat mengenai perkembangan kesehatan saya selama beberapa bulan terakhir, dan bagaimana saya mencoba berteman dengan GERD.

[…]